Jakarta (ANTARA) - TikTok di AS kini semakin dihadapkan dengan batas waktu yang ditentukan oleh pemerintahan Donald Trump terkait dengan penjualan kepemilikan sahamnya agar tetap beroperasi.
Dengan tenggat waktu 5 April 2025, masih belum ada kepastian atau kesepakatan yang diambil pihak TikTok untuk bisa memenuhi persyaratan yang diberikan AS agar mereka tetap beroperasi.
Dikutip dari The Verge, Kamis, ternyata ada kabar terbaru yang menyebutkan bahwa untuk TikTok dia sudah memiliki rencana mengumumkan "TikTok Amerika".
Baca juga: TikTok Notes tak lagi beroperasi di Kanada hingga Vietnam
TikTok Amerika ini diprediksi akan memiliki pembagian kepemilikan saham dengan tiga pihak. Kepemilikan 50 persen disebut menjadi porsi milik investor AS baru yang tidak disebutkan namanya, lalu sepertiga saham untuk para investor ByteDance yang ada, dan 19,9 persen saham khusus untuk perusahaan ByteDance. Cara itu dinilai akan melisensikan algoritma TikTok dari ByteDance.
Dengan adanya kabar itu, sebenarnya menguatkan kabar-kabar yang sebelumnya telah beredar bahwa cukup banyak perusahaan asal AS yang tertarik membeli TikTok.
Terbaru dua nama pembeli potensial kembali muncul yakni Applovin dan Amazon. Menyusul beberapa nama yang sebelumnya telah terungkap di antaranya Oracle, Blackstone, Frank McCourt yang dikenal sebagai mantan pemilik klub LA Dodgers, dan Perplexity.
Baca juga: TikTok Shop segera hadir di Prancis, Jerman, dan Italia
Dua pihak terbaru yang dirumorkan tertarik membeli TikTok ini diketahui memiliki latar belakangnya masing-masing.
Adapun untuk AppLovin dikenal sebagai perusahaan teknologi seluler yang bernilai sekitar 100 miliar dolar AS yang menggunakan data dan AI untuk mengumpulkan informasi pengguna dan menargetkan iklan.
Promosi AppLovin kepada pemerintahan Trump menjanjikan bahwa perusahaan dapat memecahkan masalah keamanan nasional dan melepaskan pertumbuhan ekonomi sebagai pencipta lapangan kerja.
Baca juga: Trump sebut akan kurangi tarif jika China setuju soal TikTok
Sementara itu, Amazon mungkin tertarik pada kekuatan TikTok untuk mendorong minat berbelanja.
Rencana lainnya terkait dengan TikTok, Trump disebutkan juga akan bertemu dengan para bawahannya untuk membahas proposal tersebut, atau gagasan untuk mencoba memperpanjang batas waktu lagi.
Baca juga: Survei: Dukungan warga AS terhadap pemblokiran TikTok menurun
Penerjemah: Livia Kristianti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025