Kepala Barantin pastikan layanan karantina optimal kawal ekspor udang

9 hours ago 6

Makassar (ANTARA) - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) Abdul Kadir Karding memastikan layanan karantina berjalan optimal terhadap berbagai komoditas ekspor di Indonesia, salah satunya dalam mengawal ekspor udang ke berbagai negara.

Guna memastikan sistem tersebut berjalan optimal, Karding meninjau langsung implementasi pelayanan karantina di PT Bogatama Marinusa (PT BOMAR) Makassar. Perusahaan ini merupakan salah satu eksportir seafood pemasok produk udang ke berbagai negara dengan dukungan sistem pengendalian mutu yang terintegrasi layanan karantina.

"Kedatangan kami bagian dari tugas Barantin untuk memastikan alur keluar masuk semua udang atau perikanan, baik di pulau, antar pulau maupun antar negara itu harus sehat, mutu dan kualitasnya terjaga. Apa yang ada di Bomar ini merupakan suatu ekosistem dengan standar yang sangat tinggi,” ujar Karding di Makassar, Jumat.

Dalam kunjungannya, Karding meninjau langsung seluruh rangkaian proses produksi udang ekspor, mulai dari tahapan breaded process hingga pengepakan.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penerapan sistem jaminan kesehatan komoditas, standar sanitasi, keamanan pangan, serta efektivitas pelayanan sertifikasi ekspor yang menjadi prasyarat perdagangan internasional.

Keberhasilan udang Indonesia menembus pasar internasional, kata dia, tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sistem karantina yang menjamin setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan, keamanan, dan ketertelusuran sesuai standar negara tujuan.

Sementara CEO PT BOMAR Tigor Chendarma menyampaikan pelayanan karantina telah menjadi bagian penting dalam keberlangsungan ekspor.

Menurutnya, kepastian layanan yang cepat dan kredibel memberikan jaminan bagi komoditas ekspornya dalam memenuhi standar perdagangan internasional sekaligus menjaga kepercayaan mitra dagang di luar negeri.

“Layanan karantina bukan sekadar persyaratan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap produk yang kami kirim telah memenuhi standar kesehatan dan keamanan yang dipersyaratkan negara tujuan," ujarnya.

Kepastian layanan yang cepat dan kredibel, bagi dia, sangat membantu menjaga kelancaran ekspor serta mempertahankan kepercayaan mitra dagang di luar negeri.

Sepanjang Semester I 2026, PT BOMAR telah mengekspor 859,4 ton udang dengan nilai mencapai Rp148,2 miliar. Volume tersebut terdiri atas 765.132 kilogram udang vaname senilai Rp122,5 miliar dan 94.292 kilogram udang windu senilai Rp25,7 miliar.

Seluruh komoditas telah melalui tindakan karantina dan diterbitkan 69 sertifikat karantina sebagai persyaratan ekspor ke berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Vietnam, dan Tiongkok.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah mengungkapkan pelayanan karantina memiliki peran strategis menjaga kelancaran ekspor dari Sulawesi Selatan. Seluruh komoditas yang akan dikirim ke luar negeri dipastikan telah memenuhi persyaratan kesehatan dan teknis sesuai ketentuan negara tujuan sebelum sertifikat karantina diterbitkan.

“Komitmen kami memastikan setiap komoditas ekspor telah memenuhi seluruh persyaratan karantina sehingga dapat diterima negara tujuan tanpa hambatan. Di sisi lain, kami terus meningkatkan kualitas layanan agar proses sertifikasi berlangsung cepat, akurat, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha,” urainya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |