Jakarta (ANTARA) - Bantal tidur yang awalnya berwarna putih sering berubah menjadi kuning setelah digunakan dalam waktu tertentu. Perubahan warna tersebut umumnya disebabkan oleh penumpukan kelembapan, keringat, minyak alami tubuh, hingga sisa produk perawatan yang meresap ke dalam kain bantal.
Meski terlihat hanya sebagai masalah kebersihan dan tampilan, bantal yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat menumpuknya debu, tungau, dan alergen yang dapat mengganggu kenyamanan tidur bagi sebagian orang.
Berikut penyebab bantal cepat menguning dan cara mencegahnya.
Penyebab bantal tidur cepat menguning
1. Keringat saat tidur
Keringat menjadi salah satu penyebab utama bantal berubah warna. Saat tidur, tubuh tetap mengeluarkan keringat untuk mengatur suhu. Cairan tersebut dapat meresap melalui sarung bantal dan menempel pada bagian dalam bantal.
Jika terjadi berulang kali dan tidak dibersihkan secara rutin, kandungan garam serta zat lain dalam keringat dapat menyebabkan noda kuning pada permukaan bantal.
Baca juga: Posisi tidur yang tepat pengaruhi kesehatan leher
Baca juga: Dokter: Tidur yang baik hanya memerlukan waktu awal 5-15 menit
2. Minyak alami dari kulit dan rambut
Kulit dan rambut secara alami menghasilkan minyak atau sebum. Minyak tersebut dapat berpindah ke sarung bantal saat tidur dan perlahan meresap ke dalam bahan bantal.
Penumpukan minyak tubuh dalam waktu lama dapat membuat warna bantal menjadi kusam dan kekuningan.
3. Air liur saat tidur
Air liur yang keluar saat tidur juga dapat menjadi penyebab bantal lembap dan menguning. Cairan tersebut dapat meresap ke dalam kain dan meninggalkan bekas jika tidak segera dibersihkan.
Selain itu, kelembapan berlebih dapat membuat bantal lebih mudah menyimpan bau tidak sedap.
4. Rambut basah sebelum tidur
Tidur dengan kondisi rambut masih basah dapat meningkatkan kelembapan pada bantal. Air yang terserap ke dalam kain dapat mempercepat perubahan warna, terutama jika bantal tidak memiliki sirkulasi udara yang baik.
5. Sisa produk perawatan
Produk seperti minyak rambut, pelembap, serum, atau kosmetik yang masih menempel pada kulit dapat berpindah ke sarung bantal.
Jika menumpuk dalam waktu lama, sisa produk tersebut dapat menyebabkan noda dan perubahan warna pada kain bantal.
Cara mencegah bantal cepat menguning
1. Gunakan sarung bantal tambahan
Menggunakan pelindung atau sarung bantal tambahan dapat membantu mengurangi kontak langsung antara bantal dengan keringat, minyak tubuh, dan sisa produk perawatan.
Sarung bantal juga lebih mudah dicuci secara rutin dibandingkan membersihkan seluruh bagian bantal.
2. Cuci sarung bantal secara rutin
Sarung bantal sebaiknya dicuci secara berkala untuk menghilangkan keringat, minyak, dan kotoran yang menempel.
Kebiasaan mencuci perlengkapan tidur secara rutin dapat membantu menjaga kebersihan tempat tidur dan memperpanjang usia pakai bantal.
Baca juga: Tidur berkualitas tingkatkan kesehatan mental dan fisik
3. Pastikan rambut kering sebelum tidur
Mengeringkan rambut sebelum tidur dapat membantu mengurangi kelembapan yang masuk ke dalam bantal.
Cara ini juga dapat membantu menjaga kondisi kain dan mengurangi risiko munculnya bau lembap.
4. Jemur dan angin-anginkan bantal
Bantal perlu mendapatkan sirkulasi udara agar kelembapan yang terperangkap dapat berkurang.
Menjemur atau mengangin-anginkan bantal sesuai jenis bahannya dapat membantu menjaga kesegaran dan kebersihan bantal.
5. Bersihkan bantal sesuai jenis bahan
Tidak semua jenis bantal dapat dicuci dengan cara yang sama. Bantal berbahan tertentu seperti busa memori (memory foam) atau lateks memiliki aturan perawatan khusus agar tidak rusak.
Sebelum mencuci, periksa label perawatan yang biasanya mencantumkan metode pembersihan yang sesuai.
Cara membersihkan noda kuning pada bantal
Untuk bantal yang sudah berubah warna, langkah awal yang dapat dilakukan adalah membersihkan sesuai petunjuk bahan. Bantal tertentu dapat dicuci menggunakan mesin, sementara jenis lain membutuhkan pembersihan khusus.
Penggunaan deterjen yang sesuai dan proses pengeringan yang baik penting dilakukan agar bantal tidak tetap lembap setelah dicuci.
Selain itu, hindari menyimpan bantal dalam kondisi basah karena kelembapan dapat mempercepat munculnya bau dan perubahan warna.
Kapan bantal perlu diganti?
Bantal yang sudah lama digunakan dan mengalami perubahan bentuk, bau menetap, atau sulit dibersihkan sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti.
Selain menjaga kenyamanan tidur, mengganti bantal secara berkala dapat membantu mengurangi penumpukan debu dan alergen yang mungkin terkumpul selama pemakaian.
Dengan perawatan yang tepat, bantal dapat tetap bersih, nyaman digunakan, dan memiliki masa pakai lebih panjang.
Baca juga: Masalah punuk leher tidak selalu disebabkan bantal
Baca juga: Ahli jelaskan dampak kesehatan dari bantal yang tidak diganti
Baca juga: Kapan bantal bisa kedaluwarsa? Ini penjelasan perawatannya
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































