Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan tiga inisiatif transformasi industri nasional menjadi perhatian dalam agenda kerja sama negara-negara BRICS di forum 4th BRICS Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) Advisory Group Meeting di New Delhi, India.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, BRICS PartNIR menjadi platform penting bagi Indonesia untuk menyelaraskan strategi transformasi industri nasional dengan agenda pembangunan industri negara-negara BRICS.
"Indonesia memandang PartNIR sebagai platform penting untuk menyelaraskan strategi industri nasional dengan kapabilitas kolektif negara-negara BRICS. Dengan menyatukan kekuatan dan saling berbagi strategi terbaik, kita dapat menjawab tantangan bersama serta memastikan kemajuan teknologi yang memberikan manfaat yang setara bagi seluruh negara peserta," ujar Menperin dalam keterangannya dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Negara-negara yang tergabung dalam BRICS antara lain Brasil, Rusia, India, China (Tiongkok), Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Indonesia.
Baca juga: Mendag bertolak ke BRICS India bawa isu perdagangan strategis
Forum yang digelar pada 3 Agustus tersebut membahas penyusunan Joint Declaration (deklarasi bersama) yang akan menjadi pijakan kolaborasi BRICS di bidang inovasi industri, manufaktur hijau, pengembangan kompetensi, serta penguatan rantai pasok industri.
Dalam forum tersebut, Indonesia memaparkan berbagai inisiatif transformasi industri nasional yang sejalan dengan prioritas BRICS PartNIR.
Tiga transformasi industri yang menjadi perhatian utama yakni penguatan daya saing industri kecil dan menengah melalui program Industri Kecil Menengah (IKM) 4.0, percepatan transisi menuju industri hijau, serta penguatan sistem rantai pasok industri berbasis data.
Penguatan IKM 4.0 diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri kecil dan menengah sekaligus mendorong akselerasi startup agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan mampu bersaing di pasar global.
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































