Kemenhut dorong perguruan tinggi turut andil pencegahan karhutla

5 hours ago 4
Kampus berkelanjutan bukan sekadar kampus yang dipenuhi pepohonan, memiliki gedung hemat energi, atau mengurangi sampah

Yogyakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendorong perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia turut andil dalam pengendalian maupun menjadi bagian dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan Kemenhut Dyah Murtiningsih pada kegiatan UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 di Yogyakarta, Selasa, mengatakan risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat akibat kondisi iklim serta aktivitas manusia.

"Perguruan tinggi dapat mengambil bagian melalui riset dan teknologi, antara lain pemantauan titik panas berbasis satelit, pemantauan lahan gambut, penguatan masyarakat peduli api, hingga dukungan terhadap pencegahan kebakaran," katanya.

Menurut dia, perguruan tinggi juga didorong menjadi 'Center of Excellence' atau pusat keunggulan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebijakan serta teknologi dengan kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Cegah api dekati zona inti IKN, patroli darat diperketat

"Kolaborasi dapat dilakukan melalui KKN (kuliah kerja nyata) tematik, magang, rehabilitasi lahan, konservasi, perhutanan sosial, serta pengembangan keanekaragaman hayati," katanya.

Sekda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Ni Made Dwipanti Indrayanti membacakan sambutan Gubernur DIY mengatakan kampus berkelanjutan bukan sekadar kampus yang dipenuhi pepohonan, memiliki gedung hemat energi, atau mengurangi sampah.

"Ukuran sesungguhnya terlihat ketika perubahan itu masuk ke dalam cara kampus dikelola, ilmu pengetahuan dikembangkan, hingga ribuan mahasiswa membentuk kebiasaan yang kemudian dibawa ke tengah masyarakat," katanya.

Dia mengatakan, kampus berkelanjutan tidak cukup hanya dari kondisi fisiknya, namun keberlanjutan harus menjadi bagian dari tata kelola, operasional, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga akuntabilitas publik.

Baca juga: BNPB siapkan dukungan peralatan untuk regu pemadam karhutla di Sumsel

Kegiatan dengan tema Advancing Sustainable Campuses through Governance, Digitalization, and Integrated Performance tersebut mempertemukan sekitar 350 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Ketua Panitia UI GreenMetric Sustainable University Rankings Indonesia 2026 Indra Wijaya Kusuma mengatakan, digitalisasi menjadi jembatan penting agar berbagai upaya keberlanjutan di bidang lingkungan, energi, sampah, transportasi, pendidikan, dan tata kelola dapat berjalan efektif sekaligus terukur.

Dia mengatakan, UI GreenMetric tidak semata-mata menjadi ajang pemeringkatan, namun instrumen tersebut juga menjadi tolok ukur bagi perguruan tinggi untuk belajar, membandingkan praktik baik, sekaligus memperbaiki kinerja keberlanjutan.

Dengan demikian, kata kata dia, angka dan indikator tidak berhenti sebagai capaian administratif, tetapi menjadi dasar untuk melihat perubahan yang benar-benar terjadi di lingkungan kampus.

Baca juga: Polda Aceh asistensi penanganan kasus karhutla di Aceh Singkil

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |