Kemendikdasmen kirim talenta terbaik ke olimpiade vokasi internasional

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas sebanyak 20 talenta terbaik untuk bertanding pada 17 bidang kompetensi dalam ajang Worldskills Competition Shanghai yang merupakan olimpiade vokasi internasional.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengatakan kedua puluh kompetitor perwakilan Indonesia tersebut merupakan murid maupun lulusan jenjang pendidikan SMK yang merupakan hasil seleksi para pemenang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dari beberapa tahun.

“Saya yakin adik-adik bisa terpilih berangkat ke Shanghai itu proses seleksinya sangat ketat, terpilih dari terbaik di antara terbaik. Oleh karena itu, saya rasa kami percaya kontingen Indonesia di Shanghai akan menunjukkan hasil yang terbaik untuk bangsa,” kata Fajar pada kegiatan Pelepasan Kontingen Republik Indonesia pada Worldskills Competition Shanghai 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen pada Selasa malam.

Lebih lanjut ia mengatakan keikutsertaan 20 kompetitor pada ajang olimpiade keterampilan vokasional di Shanghai, China tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan talenta muda terbaik yang mampu bersaing di tingkat global.

“Ajang di Shanghai adalah salah satu olimpiade untuk keterampilan vokasional yang tentu akan menghadirkan talenta-talenta muda global dari berbagai negara. Indonesia punya kesempatan untuk menunjukkan kita punya talenta-talenta terbaik yang tidak kalah kerennya dari negara-negara lain,” katanya.

Baca juga: Kemdikdasmen, Kemdagri, KPK luncurkan panduan pendidikan antikorupsi

Selain itu, Fajar juga berharap keikutsertaan dalam ajang internasional itu pun memberikan dampak terhadap pengembangan pendidikan vokasi di tanah air.

Ia berharap para talenta muda Indonesia nantinya dapat membawa pulang praktik-praktik terbaik yang diperoleh setelah menyaksikan dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara.

"Para talenta ini membawa praktik-praktik terbaik setelah melihat bagaimana talenta-talenta global di Shanghai berlaga. Itu juga tentu akan memberikan evaluasi atau penajaman terhadap pendidikan vokasi di Indonesia," ujar Fajar.

Menurut dia, pengalaman berkompetisi di tingkat global dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperkuat kualitas pendidikan vokasi, sekaligus mendorong lahirnya talenta Indonesia yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan demikian, kata Fajar, partisipasi Indonesia dalam olimpiade keterampilan vokasional tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi di arena kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan vokasi secara berkelanjutan.

Baca juga: Kemdikdasmen: Gerakan 7 KAIH perkuat karakter murid sekolah nonformal

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |