Keberlanjutan industri pariwisata butuh kolaborasi lintas sektor

5 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Keberlanjutan dan daya saing industri pariwisata masa depan membutuhkan penguatan kolaborasi yang erat lintas sektor, mulai dari pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, hingga komunitas masyarakat.

Board of Advisor Bali Tourism Awards (BTA) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa potensi pariwisata yang luar biasa harus diimbangi dengan sinergi untuk menghadapi berbagai tantangan global ke depan.

"Pariwisata Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, namun tantangan ke depan membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, industri, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat," kata Sandiaga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan bahwa Bali telah menjadi tolok ukur pariwisata dunia, sehingga inovasi dan sinergi antar-elemen perlu terus didorong guna memberikan dampak ekonomi yang nyata tanpa mengabaikan kelestarian budaya dan lingkungan.

Senada dengan hal tersebut, President ITTA Foundation Panca R. Sarungu menegaskan bahwa masa depan pariwisata tidak dapat dibangun secara sepihak.

Momentum 11 tahun penyelenggaraan BTA yang mengusung tema "Eleven Years of Excellence, Inspiring the Future" menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab bersama dalam ekosistem pariwisata.

"Masa depan pariwisata tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, pendidikan, masyarakat, komunitas, dan seluruh elemen yang memiliki peran dalam ekosistem pariwisata," ujar Panca.

Dari kacamata akademik, Head of Program MM International BINUS Business School Dr. Dewi Tamara menyoroti pentingnya keterlibatan sektor pendidikan untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan inovatif.

"Kolaborasi antara institusi pendidikan dan industri pariwisata dinilai menjadi fondasi utama agar sektor ini memiliki daya saing jangka panjang," katanya.

Sementara itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengingatkan agar pengembangan pariwisata berkualitas tetap berakar pada budaya dan peningkatan ekonomi lokal.

"Kemajuan industri pariwisata tidak sekadar diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, melainkan dari sejauh mana karakter dan nilai luhur daerah dapat terjaga," katanya.

Penyelenggaraan BTA 2026 yang berlangsung di Bali Beach Convention Center kawasan KEK Kesehatan Sanur tersebut menyerahkan 38 penghargaan, meliputi 13 penghargaan kategori personal & hospitality leaders, 14 penghargaan hotel, resort & villa, serta 11 penghargaan company & institution.

Baca juga: BPPD minta tiket VIP MotoGP terbuka untuk industri pariwisata

Baca juga: Kemenpar perluas jejaring industri bisnis pariwisata ke India

Baca juga: Pameran industri budaya dan pariwisata dibuka di Tianjin

Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |