KB Bank perkuat kemandirian ekonomi disabilitas melalui pelatihan

1 day ago 10

Jakarta (ANTARA) - PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) bekerja sama dengan Terala Foundation memperkuat pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas melalui pelatihan keterampilan dan literasi keuangan guna mendukung kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan produk bernilai tambah dari limbah plastik.

Corporate Communication and Government Affairs Division Head KB Bank Komala Sari mengatakan program Kreasi Kresek Inklusif (Kreasik) dirancang untuk membuka akses yang lebih luas bagi penyandang disabilitas agar dapat mengembangkan keterampilan dan peluang usaha secara berkelanjutan.

"Program Kreasik merupakan wujud komitmen kami untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif. Kami percaya bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Yang dibutuhkan adalah akses, kesempatan, dan pendampingan yang tepat," kata Komala dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan program tersebut tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga memberikan literasi keuangan agar peserta mampu mengelola hasil usahanya secara lebih baik.

Program Kreasik yang diselenggarakan pada 31 Juli 2026 di Terala Training Centre menghadirkan pelatihan pengolahan limbah plastik menjadi berbagai produk kreatif serta sosialisasi pengelolaan keuangan dasar bagi para peserta.

Terala Foundation sebagai mitra pelaksana merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pengembangan kapasitas dan perluasan akses terhadap kesempatan yang lebih inklusif.

Executive Director Terala Foundation Tien Mulyanthi mengatakan kolaborasi tersebut memberikan kesempatan lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi.

"Kolaborasi seperti ini memiliki arti penting karena membuka lebih banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian mereka," ujar Tien.

Ia mengapresiasi pendekatan pemberdayaan yang memadukan pelatihan keterampilan dengan literasi keuangan sehingga peserta memiliki bekal yang lebih lengkap untuk mengembangkan potensinya.

Perusahaan menyebut program itu sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat ekonomi inklusif melalui peningkatan akses kelompok rentan terhadap pelatihan, kesempatan berusaha, dan pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai tambah turut mendukung pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, perusahaan menyatakan akan terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi yang diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: KB Bank perkuat pembiayaan produktif berbasis ekosistem

Baca juga: KB Bank arahkan pertumbuhan kredit lebih moderat pada 2026

Baca juga: Berbalik dari posisi rugi, KB Bank kantongi laba Rp66,59 M pada 2025

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |