Jepang janji tempuh semua upaya diplomatik di Selat Hormuz

5 hours ago 3

Istanbul (ANTARA) - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Senin, mengatakan bahwa Tokyo akan melakukan "segala upaya diplomatik yang mungkin" untuk meredakan ketegangan di sekitar Selat Hormuz di tengah perang AS-Israel dengan Iran.

"Kami terus bekerja sama dengan komunitas internasional dan akan melakukan segala upaya diplomatik yang mungkin," kata Takaichi kepada parlemen, menurut Kyodo News yang berbasis di Tokyo.

Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan puncaknya dengan Presiden AS Donald Trump di Washington pekan lalu.

Trump telah menuntut Jepang mengerahkan pasukan angkatan laut untuk bergabung dengan operasi militer AS guna membuka Selat Hormuz, yang berada di bawah kendali efektif Iran.

Hampir 90 persen pasokan energi Jepang melewati jalur air yang penting ini, dan kapal-kapal Jepang tetap terdampak, dan Tokyo telah mulai melepaskan cadangan minyak strategisnya untuk memenuhi permintaan domestik.

Dalam pertemuan puncaknya dengan presiden AS, Takaichi mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa Trump mengatakan bahwa "memastikan keamanan Selat Hormuz sangat penting" dan meminta kontribusi dari Jepang dan negara-negara lain terkait keselamatan navigasi.

"Saya menjawab dengan mengatakan bahwa saya juga menyadari bahwa memastikan keselamatan navigasi penting dari perspektif pasokan energi yang stabil dan menjelaskan secara rinci apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan dalam lingkup hukum negara kita," kata Takaichi, menurut penyiar publik NHK.

Konstitusi Jepang yang menolak perang tidak mengizinkannya untuk bergabung dalam pertempuran di luar negeri.

Secara terpisah, Kyodo News melaporkan bahwa Tokyo "sedang mempertimbangkan untuk membeli" minyak mentah dari Kazakhstan.

Perusahaan eksplorasi minyak dan gas Jepang yang didukung negara, Inpex Corp., yang memegang hak atas minyak mentah di Kazakhstan, "mungkin akan mengalihkan sebagian ke Jepang," menurut laporan tersebut.

"Namun, pengangkutan minyak mentah dari Kazakhstan ke Jepang kemungkinan akan memakan waktu lebih lama karena jarak yang lebih jauh, dan biaya pengadaannya mungkin juga relatif lebih tinggi," menurut laporan itu.

Laporan itu menambahkan bahwa Inpex "juga sedang mempertimbangkan untuk berbisnis dengan Azerbaijan dan Australia, di mana mereka juga memegang hak atas minyak mentah dan gas alam."

Eskalasi regional di Timur Tengah terus meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga saat ini telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Teheran juga telah memberlakukan kontrol atas Selat Hormuz, jalur air penting untuk energi global dan pasokan lainnya ke sebagian besar Asia.

Sumber: Anadolu

Baca juga: AS katakan PM Jepang siap kerahkan angkatan laut ke Hormuz

Baca juga: Iran: Selat Hormuz tetap terbuka, siap amankan kapal tanker Jepang

Baca juga: Jepang kaji pengerahan pasukan SDF untuk sapu ranjau di Selat Hormuz

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |