Jaga ekosistem pesisir Banyuwangi lewat Inisiatif Ketahanan Pesisir

5 hours ago 2

Banyuwangi (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kolaborasi dengan banyak pihak meluncurkan program Inisiatif Ketahanan Pesisir (Coastal Resilience Initiatives) untuk menjaga ekosistem pesisir di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Peluncuran program yang dilaksanakan di kawasan Pantai Lampon, Desa/Kecamatan Pesanggaran ini kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Jatim, Pemkab Banyuwangi, pelaku usaha, dunia pendidikan hingga masyarakat.

Direktur Pembinaan Penataan Ruang Laut Kementerian KKP Amehr Hakim mengatakan program ini sejalan dengan program Kementerian KKP dalam prinsip kebijakan ekonomi biru.

"Ada lima pilar di dalamnya, mulai memperluas kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur, budi daya berkelanjutan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta laut bebas dari sampah," katanya.

Baca juga: KKP targetkan 15.000 hektare tambak Aceh kembali beroperasi akhir 2026

Ia menyampaikan program Coastal Resilience Initiatives nantinya akan menjadi embrio yang bisa diterapkan ke daerah lain.

"Kami harapkan selain Banyuwangi, bisa kami lebarkan lagi ke pesisir utara dan selatan di Jawa Timur," katanya.

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menambahkan Banyuwangi telah mempraktikkan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan melibatkan masyarakat.

Bahkan, katanya, pada pertengahan Juli 2026 negara-negara ASEAN dan Pasifik dalam ASEAN-ID Blue datang ke Banyuwangi untuk berbagi pengalaman pengembangan ekonomi biru.

"Dengan kolaborasi banyak pihak, mulai perusahaan seperti PT BSI dan ditambah dukungan dari Kementerian KKP, kami percaya kelestarian ekosistem laut dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," katanya.

Program Coastal Resilience Initiatives merupakan investasi jangka panjang untuk membangun ketangguhan pesisir melalui keseimbangan antara konservasi lingkungan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Ada enam inisiatif dalam program ini, di antaranya penanaman mangrove, pelestarian hutan pantai, transplantasi terumbu karang, pengembangan ekowisata, peningkatan pendapatan nelayan dan penguatan kelembagaan nelayan agar lebih mandiri.

Baca juga: KKP dan BP Batam percepat proses sertifikasi ekspor produk perikanan

Baca juga: KKP: Rehabilitasi mangrove penting untuk jaga produktivitas perikanan

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |