ITB-pengembang swasta kerja sama kembangkan ekosistem inovasi Bandung

3 months ago 34

Bandung (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama pengembang swasta PT Summarecon Agung melalui anak usahanya, PT Mahkota Permata Perdana, resmi bekerjasama dalam pengembangan ekosistem pendidikan dan teknologi di kawasan Summarecon Bandung.

Kolaborasi yang ditegaskan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada Kamis ini, kata Rektor ITB Prof Tatacipta Dirgantara, merupakan bagian dari upaya strategis ITB dalam memperluas dampak riset dan inovasi ke masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi ITB sebagai universitas generasi keempat.

"ITB Innovation Park merupakan hasil kolaborasi panjang antara kampus, pemerintah, dan industri. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan startup, riset terapan, dan wirausaha berbasis teknologi tinggi," kata Tata selepas MoU yang berada dalam rangkaian acara Innovibes Vol.1 di ITB Innovation Park, Gedebage, Bandung.

Penandatanganan MoU juga disambut positif oleh Direktur Utama PT Mahkota Permata Perdana sekaligus Executive Director Summarecon Bandung, Hindarko Hasan yang menegaskan pentingnya implementasi konkret dari kerja sama tersebut.

"Kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada dokumen, tapi harus diwujudkan dalam inovasi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat," katanya.

Didukung oleh program PRIME STeP (Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks) dari Asian Development Bank (ADB), ITB Innovation Park akan difokuskan pada empat bidang utama yakni teknologi informasi dan produk digital, rekayasa transportasi dan energi, infrastruktur dan kebencanaan, serta pangan dan kesehatan.

Kegiatan Innovibes Vol.1 yang digelar Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi (DKST) ITB yang mengusung tema "Teknologi Cerdas dan Konektivitas Digital" juga menjadi panggung awal aktivasi ITB Innovation Park.

Dalam kesempatan tersebut, dipamerkan sejumlah hasil riset dan teknologi unggulan dari civitas akademika universitas, termasuk demo drone inspeksi ruang terbatas ZEKE03 yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Terra Drone Indonesia melalui program Kedaireka Matching Fund 2024.

Direktur DKST ITB, R Sugeng Joko Sarwono, menjelaskan bahwa Innovibes akan menjadi program rutin yang diadakan empat kali setahun, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti teknologi digital, transportasi, kesehatan, dan kebencanaan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof Lavi Rizki Zuhal, menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi ITB dalam membangun Science and Technology Park (STP) modern yang mampu menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan industri dan pasar.

"Transformasi ITB menjadi universitas generasi keempat menekankan pentingnya hilirisasi riset dan pengembangan startup yang berdampak langsung pada masyarakat," ujarnya.

Acara ini juga diramaikan dengan sesi talkshow, tur fasilitas DKST, hingga pitching produk inovasi dari para exhibitor. Kehadiran Innovibes Vol.1 sendiri menandai langkah konkret ITB dalam mendorong kolaborasi riset, inovasi, dan industri secara berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: ITB luncurkan drone ZEKE-03 sebagai solusi inspeksi ruang sempit

Baca juga: Pakar energi: Kekhawatiran SPBU swasta soal etanol tidak berdasar

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |