Jakarta (ANTARA) -
Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Utara memberdayakan warga dan pemangku kebijakan di daerah setempat untuk mengurangi sampah.
“Dari total 228.737 rumah di Jakarta Utara, sebanyak 23.691 rumah atau 10,36 persen telah memilah sampah dan mendekati target 11 persen pada 2025,” kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara, Edy Mulyanto di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan upaya pengurangan sampah juga diperkuat dengan pemberdayaan masyarakat dan pemangku kepentingan di antaranya pendistribusian 1.468 unit titik penurunan sampah organik pada sejumlah RW di kelurahan percontohan pada enam kecamatan.
Kemudian, pelibatan kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam Gerakan Pilah Sampah, anggota Pramuka Saka Kalpataru, serta sekolah-sekolah di Jakarta Utara.
"Capaian ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan pelibatan berbagai pihak mampu mendorong pengurangan sampah dari sumbernya," katanya.
Baca juga: Sampah diakui masih jadi persoalan serius di Jakarta Utara
Edy Mulyanto mengatakan bahwa Jakarta Utara juga telah ditunjuk sebagai lokasi percontohan peta jalan (road map) pengelolaan sampah oleh Menteri Lingkungan Hidup Tahun 2025.
Menurut dia, sebagai tindak lanjut, berbagai langkah strategis dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor yakni mulai dari pengelolaan sampah di hulu dilaksanakan melalui Program Pengelolaan Sampah Lingkup RW (Kupilah) sebagai implementasi Pergub Nomor 77 Tahun 2020 yang telah berjalan di 460 RW, Jakarta Utara.
Selain itu, penguatan ekonomi sirkular melalui 579 Bank Sampah sesuai Pergub Nomor 33 Tahun 2021tentang Bank Sampah, pengendalian sampah plastik sekali pakai di 538 retail sesuai Pergub Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.
Juga, pengelolaan sampah perusahaan termasuk sektor hotel, restoran dan kafe (katering) di 976 perusahaan sesuai Pergub Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah Di Kawasan Dan Perusahaan juga dioptimalkan.
Kemudian, pengolahan sampah organik melalui kompos, manggot dan metode lainnya juga telah diterapkan di 169 lokasi sebagai implementasi Pergub Nomor 534 Tahun 2022 tentang Tim Penanganan Sampah yang mudah Terurai oleh Proses Alam.
Baca juga: Pemkot Jakut kaji penanganan sampah di bawah kolong Tol Papanggo
“Di tingkat tengah, pengelolaan dilakukan melalui Tempat Penampungan Sementara dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), sedangkan di hilir melalui TPST Bantargebang dan fasilitas RDF Rorotan,” kata dia.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat mengakui sampah masih jadi masalah serius di daerah itu sehingga harus ditangani secara berkelanjutan
“Timbunan sampah di Jakarta Utara mencapai sekitar 1.300 ton per hari, sehingga membutuhkan penanganan komprehensif dan dukungan dari berbagai pihak,” katanya saat meresmikan Gedung Recycle Business Unit (RBU) dan peringatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026.
Data ANTARA menyebutkan, produksi sampah di DKI Jakarta saat ini diperkirakan sekitar 7.700 – 8.000 ton per hari sesuai data terbaru yang dirilis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































