Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia meraih tiga penghargaan global sektor pelatihan penerbangan pada ajang International Civil Aviation Organization (ICAO) Global Implementation Support Symposium (GISS) 2026 yang berlangsung di Marrakech, Maroko.
"Penghargaan yang diraih meliputi Platinum Member ICAO Trainair Plus, Most Implemented STP Across the Network melalui program Ramp Safety Awareness, dan Highest Number of ICAO Training Packages Developed," kata Kepala PPSDMPU BPSDMP Kamenhub M. Abrar Tuntalanai di Jakarta, Minggu.
Penghargaan itu diserahkan langsung Sekjen ICAO Juan Carlos Salazar didampingi Deputy Director Capacity, Development and Implementation Bureau ICAO Miguel Marin kepada Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kamenhub.
Menurutnya, capaian itu semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dan kontributor utama dalam pengembangan pelatihan penerbangan global, khususnya dalam kerangka program Trainair Plus.
Baca juga: Layanan Bandara Soetta berjalan normal saat kebijakan WFH diterapkan
"Pengakuan internasional ini memberikan dampak konkret dan langsung terhadap kualitas lulusan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan, khususnya di sektor penerbangan," ujarnya.
Dia mengatakan taruna tidak hanya mendapatkan pembelajaran berbasis standar global ICAO, tetapi juga terpapar pada training package yang digunakan di industri penerbangan dunia.
Hal ini membuat proses pendidikan menjadi lebih aplikatif, link and match dengan kebutuhan industri, serta memperkuat kompetensi teknis dan safety awareness sejak dini.
Dampaknya, lulusan tidak lagi sekadar siap kerja di tingkat nasional, tetapi memiliki benchmark kompetensi internasional, lebih kompetitif di pasar global, dan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di industri penerbangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































