Gus Yahya tekankan pemikiran Mbah Wahab hadapi perubahan dunia

1 week ago 5
Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa? Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang harus diperjuangkan ke depan

Jombang (ANTARA) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menekankan pentingnya meneladani pemikiran K.H. Abdul Wahab Chasbullah dalam menghadapi perubahan dunia dan menentukan arah perjuangan NU.

"Mbah Wahab itu melihat dunia berubah. Dan kemudian beliau berpikir ulama dan umat Islam ini di tengah dunia yang berubah ini harus melakukan apa? Bukan hanya soal harus mempertahankan apa, tapi apa yang harus diperjuangkan ke depan," kata Gus Yahya dalam keterangan yang diterima di Jombang, Minggu.

Gus Yahya menyampaikan hal tersebut saat menghadiri bedah buku tentang pemikiran dan biografi K.H. Abdul Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Menurut dia, pemikiran Mbah Wahab tidak hanya berorientasi mempertahankan warisan masa lalu, tetapi juga memikirkan hal-hal yang harus diperjuangkan untuk masa depan.

Baca juga: Gus Aam sebut Kiai Wahab Chasbullah punya peran penting di NU

Ia mengatakan semangat tersebut harus menjiwai pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di pesantren yang menjadi salah satu tempat perjuangan K.H. Abdul Wahab Chasbullah.

Menurut Gus Yahya, Muktamar Ke-35 NU menjadi momentum istimewa karena digelar pada tahun ke-100 dalam penanggalan Masehi dan berlangsung di lingkungan pesantren tempat Kiai Wahab dimakamkan.

"Saya kira muktamirin dan warga NU yang berpartisipasi di dalam muktamar ini harus ingat, ini adalah muktamar di pesantren pendiri dan Mbah Wahab ada di sini, makam beliau ada di tengah-tengah pesantren ini. Jangan sampai siapa pun yang menginjakkan kaki di atas bumi Tambakberas ini lupa kepada Mbah Wahab," ujarnya.

Terkait gagasan mekanisme pemilihan kepemimpinan PBNU melalui ahwa maupun konsep lainnya, Gus Yahya mengatakan seluruh gagasan dapat didiskusikan sepanjang ditujukan untuk kemaslahatan jamiyah Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Wapres Gibran hadiri Haul Ke-55 K.H Abd. Wahab Chasbullah di Jombang

Ia menegaskan gagasan dalam muktamar tidak semestinya didorong kepentingan jangka pendek atau pragmatis, tetapi harus berorientasi pada kepentingan organisasi.

"Terserap apa pun gagasan yang diajukan, itu tidak masalah sepanjang niatnya sungguh-sungguh untuk kemaslahatan NU. Kita bisa mendiskusikan apa saja asal niatnya adalah untuk kemaslahatan jamiyah, bukan untuk kepentingan-kepentingan jangka pendek tapi untuk kemaslahatan jamiyah NU," katanya.

Gus Yahya juga menegaskan Muktamar Ke-35 NU akan diselenggarakan berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) yang berlaku saat ini.

Menurut dia, apabila muktamar memutuskan perubahan AD/ART, perubahan tersebut baru berlaku sebagai dasar pelaksanaan pada Muktamar Ke-36 NU.

"Yang ada itu yang menjadi dasar. Kalau nanti di dalam muktamar ini ada keputusan untuk membuat perubahan-perubahan di dalam AD/ART, maka itu akan berlaku pada muktamar yang akan datang, Muktamar Ke-36," ujarnya.

PBNU akan menggelar Muktamar Ke-35 NU pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Sesuai jadwal, pembukaan muktamar akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Keturunan KH Abdul Wahab Chasbullah dirikan yayasan

Baca juga: Keluarga Chasbullah dukung "Yaa Lal Wathan" jadi lagu nasional

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |