Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai guna mengevaluasi efektivitas pembenahan fasilitas publik dan alur kedatangan penumpang.
“Rakor dihadiri oleh semua instansi penyelenggara pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, rakor ini merupakan kelanjutan rakor sebelumnya yang dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus dan 28 Desember 2025,” kata Koster dalam keterangan di Denpasar, Sabtu.
Gubernur menjelaskan rangkaian evaluasi ini bermula dari banyaknya laporan dan keluhan langsung penumpang pada pertengahan 2025 lalu.
Saat itu, para penumpang mengeluhkan waktu tunggu bagasi yang memakan waktu lebih dari satu jam, antrean imigrasi yang mengular, hingga proses pemeriksaan bea cukai yang lambat.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Pemprov Bali langsung menginstruksikan perombakan total sistem pelayanan.
Arahan tersebut mencakup pemangkasan waktu tunggu bagasi menjadi 30-45 menit, percepatan jalur imigrasi dan bea cukai, serta peremajaan infrastruktur mendasar seperti penggantian ban berjalan (conveyor belt) yang sudah tua.
Selain itu, Gubernur Koster meminta pengelola bandara mengganti fasilitas toilet yang usang, menyediakan kursi bagi penumpang yang menunggu bagasi, memperbarui perabotan di ruang bea cukai, serta mengoptimalkan sistem komunikasi, kebersihan, dan kualitas penerangan.
Ia sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah menugaskan, agar semua instansi penyelenggara pelayanan untuk membuat model dan langkah-langkah yang harus dilaksanakan guna memperbaiki semua sistem pelayanan dan dapat dilaporkan pada rakor berikutnya.
Dalam rakor lanjutan pada akhir Desember 2025, seluruh instansi terkait telah melaporkan langkah-langkah konkret perbaikan sistem yang dirancang.
Koster saat itu langsung menyetujui usulan tersebut dengan catatan agar dilaksanakan secara konsisten dan penuh tanggung jawab.
Kemudian berdasarkan laporan terbaru dalam pada Jumat (15/8) kemarin, Gubernur Koster menemukan adanya lompatan kemajuan yang sangat signifikan di berbagai lini.
“Waktu tunggu bagasi untuk pesawat sedang dan kecil kini berhasil dipangkas menjadi 13 sampai 30 menit, sementara untuk pesawat berbadan lebar dengan muatan padat berkurang menjadi 18 hingga 40 menit," ujarnya pula.
Selain dari sisi pengambilan bagasi, layanan keimigrasian juga dilaporkan jauh lebih cepat berkat pengoperasian mesin Auto Gate dan pemanfaatan paspor elektronik, kendati pengecualian masih berlaku bagi beberapa negara tertentu yang menggunakan paspor biasa seperti India.
Dari sisi fasilitas fisik, seluruh area bandara kini dinilai jauh lebih bersih, dengan program berjalan berupa penggantian toilet lama, penambahan unit perabotan, serta penambahan personel petugas pelayanan.
Atas capaian ini, Koster mengapresiasi sekaligus menegaskan bahwa Bandara I Gusti Ngurah Rai memegang peran vital dan strategis sebagai pintu gerbang utama serta etalase Indonesia di mata dunia internasional.
Ia mengingatkan bagaimana pada tahun 2025 bandara ini melayani hingga 7,05 juta wisatawan mancanegara atau sekitar 45,8 persen dari total 15,39 juta wisman ke Indonesia, serta lebih dari 9 juta wisatawan domestik, sehingga standar pelayanan wajib dijaga ketat.
"Keberadaan bandara dan kualitas pelayanannya sangat menentukan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkelanjutan, yang tidak hanya menggerakkan ekonomi lokal tetapi juga memberikan devisa besar bagi negara," katanya lagi.
Meski sudah membaik, Pemprov Bali memastikan akan terus berkoordinasi rutin untuk memastikan standar operasional bandara ini tetap berkelas dunia bahkan jika perlu ditingkatkan.
Baca juga: KSP: Presiden fokus tindak lanjuti pembangunan bandara di Bali Utara
Baca juga: Bandara Ngurah Rai Bali umumkan penerbangan rute NTT berjalan normal
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































