Palangka Raya (ANTARA) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Tengah (Kalteng) mengerahkan ratusan personel untuk berkolaborasi mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah provinsi setempat.
Ketua PW GP Ansor Kalimantan Tengah Arjoni di Palangka Raya, Kamis, menyatakan di bidang kebencanaan, pihaknya siap mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.
"Sebanyak 300 personel Banser diserahkan secara simbolis untuk membantu penanganan karhutla. Instruksi serupa juga diberikan kepada seluruh pengurus cabang, agar mengerahkan personel Banser di daerah masing-masing sesuai kebutuhan," ujarnya.
Hal itu dia sampaikan usai pelaksanaan apel siaga karhutla GP Ansor Kalimantan Tengah yang dihadiri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Forkopimda, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin, serta lainnya.
"Kami menginstruksikan seluruh Banser di tingkat cabang untuk membantu pemerintah, TNI, Polri, dan pihak terkait dalam pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," tegas Arjoni.
Baca juga: Pemprov kalteng perkuat penanganan terpadu tanggulangi karhutla
Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin mengajak seluruh kader Ansor ataupun Banser menjadi mitra strategis pemerintah daerah, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
"Kami meminta Banser selalu siap mengerahkan tenaga dan pikiran membantu pemerintah, agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengapresiasi inisiatif GP Ansor setempat yang telah menyelenggarakan apel siaga karhutla.
"Kehadiran Ansor dan Banser di tengah masyarakat merupakan kekuatan besar dalam mendukung upaya pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan seluruh relawan dalam mengendalikan karhutla," katanya.
Berdasarkan pemantauan hingga 4 Agustus 2026, Kalimantan Tengah mencatat 238 titik api (hotspot) harian dengan 25 kejadian karhutla, satu kegiatan ground check, serta luas lahan terdampak mencapai 43,608 hektare.
Baca juga: Pemkab Kapuas dukung Kalteng perkuat pengendalian karhutla terpadu
Secara akumulatif sejak 1 Januari hingga 4 Agustus 2026, tercatat sebanyak 4.883 hotspot, 933 kejadian karhutla, dan total luas lahan terbakar mencapai 1.760,74 hektare.
Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































