Fondasi humanis dan digital dalam pendidikan bermutu

17 hours ago 5
penggunaan AI yang tidak bijaksana dapat memunculkan masalah baru, seperti plagiarisme, ketergantungan terhadap teknologi

Jakarta (ANTARA) - Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa dampak signifikan terhadap pendidikan.

Pendidikan bermutu untuk semua yang diusung oleh Kementerian Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dituntut untuk menghasilkan lulusan yang memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi, yaitu lulusan yang memiliki keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kemandirian, kolaborasi, kesehatan dan komunikasi.

Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi agenda strategis yang harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.

Memasuki era 81 tahun Indonesia merdeka, transformasi pendidikan terus dilakukan melalui berbagai kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.

Salah satu yang kini menjadi fokus adalah Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang diintegrasikan dengan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kombinasi antara Pembelajaran Mendalam dan KKA diyakini mampu menjadi pengungkit (leverage) dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Selama bertahun-tahun, proses pembelajaran di banyak sekolah masih didominasi oleh aktivitas hapalan dan pemahaman dasar materi serta mengejar penyelesaian target kurikulum. Model pembelajaran permukaan (surface learning) seperti ini sering kali menghasilkan pemahaman yang dangkal sehingga peserta didik kesulitan menerapkan konsep yang dipelajari ketika menghadapi persoalan nyata.

Pembelajaran Mendalam dengan filosofi pembelajaran yang memuliakan murid dan pola pikir bertumbuh (growth mindset) hadir sebagai pendekatan yang menggabungkan aspek intelektual, emosional, spiritual, dan fisik dalam proses belajar serta berprinsip pada penciptaan pengalaman belajar yang berkesadaran (mindful learning), memberikan makna nyata bagi siswa (meaningful learning), dan mewujudkan suasana belajar yang menyenangkan (joyful learning).

Semuanya dikemas dalam kerangka pembelajaran yang terdiri dari praktik pedagogik, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital dan kemitraan pembelajaran.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran mendalam bertumpu pada tiga pengalaman belajar, yaitu memahami (mengonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi), mengaplikasikan (menerapkan pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual) dan merefleksi (mengevaluasi dan memaknai proses pembelajaran).

Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menyediakan akses dan kesempatan belajar bagi murid sesuai dengan kebutuhan dan memberikan ruang untuk menciptakan strategi belajarnya sendiri.

Murid diberi kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, melakukan investigasi, mengembangkan proyek, hingga mempresentasikan hasil belajarnya.

Guru harus menjadi pendamping yang memberikan dukungan dan bimbingan bagi murid dalam proses belajar serta mendorongnya untuk membangun pengetahuan secara aktif dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar.

Keteladanan guru ditunjukkan melalui perilaku mulia, sikap terbuka, menghargai dan bersedia bekerja sama dengan murid dalam proses pembelajaran.

Lompatan futuristik

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |