Ankara (ANTARA) - Turkiye siap bertindak sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan terkait Teheran, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan saat kunjungan resmi ke Arab Saudi, Selasa.
Erdogan menegaskan Ankara menolak pecahnya perang baru di kawasan dan mendorong penyelesaian masalah melalui dialog. Turkiye, katanya, siap memfasilitasi pembicaraan antara Washington dan Teheran.
“Kami sama sekali tidak menginginkan perang baru di kawasan ini dan mengadvokasi penyelesaian melalui akal sehat serta dialog,” ujar Erdogan, seperti dikutip harian Turkiye, Sabah.
Ia juga menekankan pentingnya konsultasi dan koordinasi berkelanjutan dengan negara-negara kawasan, termasuk Arab Saudi dan Pakistan, guna mencegah eskalasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
Baca juga: Erdogan, kabinet Turki akan bahas kemungkinan serangan AS ke Iran
Pernyataan Erdogan itu muncul saat Gedung Putih mengatakan Komando Pusat AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang diduga bertindak agresif terhadap kapal perang Amerika Serikat.
Pada Januari, Presiden AS Donald Trump mengatakan “armada besar” sedang bergerak menuju Iran, seraya berharap Teheran bersedia berunding dan menandatangani kesepakatan “adil dan setara” yang mencakup penghapusan total senjata nuklir.
Trump memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan mengenai program nuklir Iran, serangan AS di masa depan terhadap negara tersebut akan "jauh lebih buruk" daripada serangan-serangan sebelumnya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Erdogan tegaskan diplomasi jadi solusi isu nuklir Iran
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































