Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa ekonomi diberitakan Kantor Berita ANTARA pada Rabu (5/8), mulai dari permintaan Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai Rp70,72 triliun hingga kesiapan pemerintah menyalurkan bantuan senilai Rp20,5 triliun ke pemerintah daerah.
Berikut rangkuman berita ekonomi kemarin yang layak disimak pada Kamis ini.
Permintaan tembus Rp70 triliun, Pemerintah serap SUN Rp32 triliun
Pemerintah menyerap dana senilai Rp32 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang menerima permintaan mencapai Rp70,72 triliun pada 4 Agustus 2026.
“Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp32 triliun,” tulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.
Baca selengkapnya di sini.
BPS: Penurunan tingkat kemiskinan terjadi di seluruh wilayah RI
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat kemiskinan terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia pada Maret 2026, dengan angka penurunan 0,43 juta menjadi 22,93 juta, dari semula 23,36 juta orang pada September 2025.
"Jika dibandingkan dengan September 2025 penurunan tingkat kemiskinan terjadi di semua wilayah di Indonesia, penurunan paling dalam terjadi di pulau Jawa yaitu turun sebesar 0,21 persen poin," ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Edy Mahmud di Jakarta, Rabu.
Baca selengkapnya di sini.
Kemendag: Camilan RI tembus pasar Arab Saudi, hasil penjajakan bisnis
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut salah satu produk camilan Indonesia berhasil menembus pasar Arab Saudi dengan nilai 16.045 dolar AS atau setara Rp288,81 juta.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan pelepasan ekspor perdana dari produk PT Cipta Rasa Food ke Arab Saudi ini merupakan hasil fasilitasi penjajakan bisnis (business matching) dari Atase Perdagangan (Atdag) RI Riyadh.
Baca selengkapnya di sini.
Wamenkeu: Ekonomi triwulan II-2026 tunjukkan gairah ekonomi tetap baik
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II-2026 menunjukkan bahwa gairah perekonomian masih berjalan baik.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia tumbuh 5,29 persen (year on year/yoy) pada triwulan II 2026, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp3.576,2 triliun, meningkat dari Rp3.396,6 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca selengkapnya di sini.
Pemerintah siap salurkan bantuan pusat Rp20,5 triliun ke daerah
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah akan menyalurkan bantuan pemerintah pusat senilai Rp20,5 triliun kepada pemerintah daerah paling lambat pekan depan untuk menjaga stabilitas fiskal daerah.
Purbaya menegaskan bantuan tersebut bukan merupakan tambahan Transfer ke Daerah (TKD), melainkan bantuan pemerintah pusat yang disiapkan berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah.
Baca selengkapnya di sini.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































