Jakarta (ANTARA) - Tim bulu tangkis Indonesia memanfaatkan latih tanding dengan NTT East Badminton Club Jepang untuk menambah referensi pola permainan menjelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
"Dengan sparing bersama klub dari Jepang saya rasa sangat positif karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari," kata pelatih ganda putra Indonesia Antonius Budi Ariantho dalam keterangan tertulis PP PBSI, Selasa.
Latih tanding tersebut berlangsung pada hari kedua pemusatan latihan tim bulu tangkis Indonesia di Jepang menjelang dimulainya pertandingan Asian Games.
Menurut Antonius, menghadapi pemain dengan karakter berbeda penting agar atlet Indonesia memiliki lebih banyak pilihan dalam merespons pola permainan lawan ketika kompetisi dimulai.
"Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan. Sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda," ujar Antonius.
Pada sektor ganda putra, Indonesia membawa lima pemain yang sejak menjalani persiapan di tanah air telah dibiasakan berganti pasangan.
Antonius menilai skema tersebut membuat pemain lebih fleksibel sehingga tim dapat menentukan kombinasi pasangan berdasarkan kebutuhan saat menghadapi lawan.
"Dari sejak di Indonesia sudah dibiasakan, lima pemain ini kami putar dengan pasangan yang berbeda. Saya rasa persiapan sudah matang banget, tinggal lihat nanti ketemu siapa, kebutuhannya bagaimana," kata dia.
Baca juga: Tim bulu tangkis Indonesia fokus latihan pengembalian kondisi fisik
Manfaat latih tanding juga dirasakan pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang mendapatkan kesempatan menghadapi sejumlah pemain Jepang.
Rachel mengungkapkan latihan bersama tersebut memberikan suasana berbeda karena pemain Jepang yang biasanya mereka hadapi sebagai lawan dalam turnamen kali ini menjadi rekan berlatih.
"Seru tadi bisa latih tanding dengan ganda-ganda Jepang. Biasanya jadi lawan tapi hari ini bisa latihan bersama. Positif sekali hawanya dan ada suasana baru," kata Rachel.
Febi mengatakan karakter permainan ganda Jepang yang dikenal ulet serta memiliki kekuatan pukulan menjadi modal tambahan bagi mereka sebelum tampil pada Asian Games.
Dalam sesi tersebut, Rachel/Febi antara lain berlatih tanding dengan Hinata Suzuki/Nao Yamakita yang telah memiliki pengalaman tampil dalam rangkaian turnamen BWF World Tour.
"Ganda Jepang terkenal ulet dan tenaganya cukup kencang. Tadi juga ada Hinata Suzuki/Nao Yamakita yang sudah sering ikut World Tour Series. Ini jadi tambahan modal kami ke Asian Games nanti," ujar Febi.
Asian Games Aichi-Nagoya menjadi penampilan pertama Rachel/Febi. Mereka menjadikan hasil Kejuaraan Dunia sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan daya juang dan konsistensi permainan.
"Hasil dari Kejuaraan Dunia jadi evaluasi bagi kami. Di sini kami harus lebih maksimal, tidak mau kalahnya ditingkatkan lagi. Senang bisa dipercaya main Asian Games," kata Febi.
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dibuka pada 19 September. Cabang bulu tangkis dijadwalkan berlangsung pada 20-24 September untuk nomor beregu dan 25-29 September untuk nomor peserorangan.
Baca juga: Tim bulu tangkis Indonesia matangkan persiapan di Tokyo
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































