Medan (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan, terus mendukung korporatisasi petani sawit berkelanjutan dalam industri sawit nasional melalui penguatan sektor perkebunan rakyat.
"Kami dukung hilirisasi, kita dorong korporatisasi para petani sawit berkelanjutan," ucap Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit I BPDP Ahmad Munir dalam diskusi uji publik bertajuk "Kemitraan Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi" digelar Rumah Sawit Indonesia bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara di Medan, Selasa.
Dengan luas tutupan kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 16,83 juta hektare, lanjut dia, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, dan asosiasi menjadi kunci utama memperkuat daya saing serta kesejahteraan para pekebun.
Pihaknya mengungkapkan, bahwa petani sawit Indonesia dewasa ini dihadapkan pada serangkaian tantangan kompleks.
Mulai dari masih rendahnya produktivitas tanaman, terbatasnya kapasitas hilirisasi produk di tingkat petani hingga terpaan kampanye negatif yang memengaruhinya citra industri sawit di pasar global.
"Menjawab tantangan itu, BPDP memastikan seluruh dukungan program pendanaan dari hulu hingga hilir bermuara pada upaya peningkatan produktivitas, nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan pekebun," jelasnya.
Sedangkan lingkup pemberdayaan yang dijalankan oleh BPDP, lanjut dia, meliputi program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, riset hingga pengembangan inovasi teknologi.
Menurutnya, program PSR merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mengganti tanaman tua atau tidak produktif menggunakan benih unggul, serta penerapan praktik pertanian yang baik.
Program PSR ini dirancang tidak hanya untuk menggenjot produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan industri sawit nasional secara menyeluruh.
"Dalam pelaksanaan PSR, kemitraan dengan perusahaan perkebunan memegang peranan penting sebagai pendamping teknis dan budidaya, penguat manajemen kelembagaan sekaligus penjamin penyerapan hasil," tutur Munir.
Baca juga: PTPN IV PalmCo perkuat kemitraan sawit rakyat melalui PSR Award
Baca juga: Airlangga: Program PSR penting untuk tingkatkan produktivitas sawit
Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan sepanjang periode 2016 hingga 31 Agustus 2026, menyebutkan bahwa kinerja program Peremajaan Sawit Rakyat ini mencatatkan realisasi positif.
Adapun capaian program PSR ini telah menjangkau luas lahan mencapai 428.745 hektare bagi 187.782 pekebun dengan total penyaluran dana bantuan PSR sebesar Rp12,86 triliun.
"Kolaborasi ini terbukti mempercepat penyelesaian peremajaan perkebunan sekaligus memberikan kepastian pasar yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani," kata Munir.
Ia juga menjelaskan, akselerasi program PSR kian mengalami peningkatan pesat sejak dibukanya jalur kemitraan pada Mei 2023.
Hingga akhir Agustus 2026, penyaluran PSR melalui jalur kemitraan telah merealisasikan peremajaan seluas 21.890 hektare melibatkan 19 perusahaan perkebunan bertindak sebagai mitra strategis para pekebun.
Namun, BPDP menekankan pentingnya integrasi hulu hingga hilir melalui skema korporatisasi petani dan perusahaan.
"Dukungan dana BPDP pada program PSR, sarana dan prasarana, sumber daya manusia hingga hilirisasi pangan, dan bahan bakar nabati. Konsolidasi produksi menjadi lebih efisien serta terhubung langsung dengan kebutuhan industri yang menciptakan nilai tambah, dan peningkatan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan," tegas Munir.
Baca juga: Pusat study sawit IPB tegaskan perlunya percepatan program PSR
Baca juga: Bank Sumut buka akses dana PSR bagi pekebun sawit Rp44,5 miliar
Baca juga: Kementan: Keterbatasan lahan, PSR kunci tingkatkan produksi sawit
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































