Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan asesmen terhadap rumah warga di Kecamatan Banjarwangi yang dilaporkan rusak akibat guncangan bencana gempa bumi magnitudo 5,3 (M 5,3) yang berpusat di Barat Daya Pangandaran.
"BPBD Kabupaten Garut bersama unsur terkait telah melaksanakan kaji cepat dan asesmen terhadap kondisi bangunan terdampak," kata Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah di Garut, Jumat.
Ia menuturkan, BMKG menginformasi gempa berkekuatan M 5,3 terjadi pada 5 Agustus 2026 pukul 21.55 WIB dengan titik lokasi 8.12 LS, 107.91 BT atau 79 km barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 87 km yang guncangannya terasa sampai wilayah Garut.
Dampak dari guncangan itu, kata dia, dilaporkan satu rumah warga di Kampung Cipari, Desa Jayabakti, Kecamatan Banjarwangi rusak dan membahayakan penghuninya.
Baca juga: Operasi kereta Daop 2 kemabli normal pascagempa walau telat 9-60 menit
"Berdasarkan hasil asesmen terdapat satu unit rumah milik Aep Saepulloh yang dihuni oleh satu kepala keluarga berjumlah enam jiwa mengalami kondisi yang membahayakan," katanya.
Ia menyebutkan, rumah semi permanen itu rusak dengan kondisi miring ke depan, kemudian struktur bangunan terdapat retakan, ditambah kondisi sebelumnya sudah lapuk sehingga rumahnya rentan rusak ketika diguncang gempa.
"Guncangan gempa diduga memperparah kondisi bangunan sehingga rumah saat ini terancam ambruk dan memerlukan penanganan lebih lanjut," katanya.
Baca juga: BPBD Pangandaran cek pemukiman warga usai gempa magnitudo 5,3
Ia menyampaikan, setelah dilakukan asesmen, selanjutnya koordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut melakukan kajian teknis menentukan tingkat kerusakannya.
Selama proses itu, kata dia, penghuni diminta untuk tetap waspada dan membatasi aktivitas di dalam rumah karena kondisi bangunannya berpotensi ambruk.
Ia menyampaikan, BPBD Garut sudah memberikan bantuan logistik berupa paket sembako, perlengkapan keluarga seperti matras, alas kaki dewasa, seragam sekolah, sepatu, dan tas sekolah.
"Sementara untuk penanganan selanjutnya dikoordinasikan dengan dinas teknis dalam hal ini Dinas Perumahan dan Permukiman," katanya.
Baca juga: BPBD Garut pantau daerah pesisir untuk cek dampak gempa Pangandaran
Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































