Serang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat bahwa realisasi investasi di wilayah tersebut didominasi oleh sektor properti dan kawasan industri, yang berhasil mempertahankan posisi Banten di peringkat kelima secara nasional pada triwulan II.
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Rawindra Ardiansah, di Serang, Jumat, menjelaskan bahwa sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, menjadi penyerap modal terbesar dengan nilai mencapai hampir Rp19 triliun. Capaian ini menempatkan Banten di jajaran lima besar provinsi dengan investasi tertinggi di Indonesia, di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
"Untuk sektor investasi, paling banyak masuk di triwulan II itu di perumahan, kawasan industri, sama perkantoran. Nilainya hampir Rp19 triliun sehingga perkokoh investasi Banten," ujar Rawindra.
Selain sektor utama tersebut, investasi Banten juga didukung oleh industri kimia dan farmasi sebesar Rp10 triliun, serta sektor perdagangan, jasa, dan transportasi yang secara akumulatif menyumbang sekitar Rp12 triliun.
Baca juga: Investasi di KEK ETKI Banten diproyeksikan capai Rp18,8 triliun
Baca juga: DPMPTSP Banten: Bisnis hunian sektor investasi yang meningkat pesat
Ia menjelaskan, secara spasial, Kabupaten Tangerang mencatatkan realisasi investasi tertinggi mencapai Rp29 triliun, sementara Kabupaten Pandeglang menjadi yang terendah dengan angka Rp0,4 triliun.
Kuatnya arus modal di sektor perumahan dan kawasan industri ini sejalan dengan pertumbuhan sektor konstruksi yang mencapai 7,35 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh pengerjaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan tol, serta program pembangunan 3 juta rumah yang juga memicu lonjakan realisasi pengadaan semen dari 9 persen menjadi 19 persen.
"Kinerja investasi yang kokoh ini menjadi salah satu pendorong utama ekonomi Banten yang tumbuh 5,49 persen (yoy), melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen" katanya.
Rawindra menambahkan bahwa stabilitas ekonomi daerah juga ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah melalui program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan penguatan koperasi desa yang mendukung konsumsi pemerintah hingga tumbuh 10 persen secara tahunan.
Baca juga: Banten masuk lima besar tujuan investasi nasional 2026
Baca juga: Pemprov Banten sambut baik minat investasi pengusaha Vietnam
Pewarta: Desi Purnama Sari
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































