Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyisir pembangunan 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memprioritaskan operasional di titik-titik daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah yang rawan stunting.
"Sebanyak 13 ribu itu kita sisir, lalu terdapat 1.700-an yang in line (sesuai) sama stunting tinggi dan sangat tinggi di daerah," kata Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.
Pria yang akrab dipanggil Mas Dar itu juga mengemukakan pihaknya akan mengaktifkan lebih dari 100 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, hingga Nias, Sumatra Utara.
"Minggu depan kami akan merilis, mengaktifkan kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Nias, ada sekitar 114 titik di minggu depan yang dapurnya sudah siap, tinggal diaktivasi untuk segera bisa beroperasi. Jadi yang 3T dan rawan stunting menjadi prioritas," paparnya.
Baca juga: BGN berhentikan 66 kepala dapur MBG atas tindakan tidak disiplin
Ia menegaskan, ketika ada pengumuman pembukaan titik dapur MBG baru, ada oknum-oknum yang mengaku bisa mengaktifkan operasional SPPG. Masyarakat diminta terus berhati-hati apabila menemukan oknum yang mengatasnamakan BGN.
"Misal ada yang bilang, 'Kamu bayar saya karena saya orangnya pak Daryono', itu bohong! Laporkan polisi karena itu sudah pasti penipuan. Jadi, penentuan titik itu sekarang semua sudah by sistem, saya tidak tahu titik itu punya siapa," tuturnya.
Sudaryono juga menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur MBG per hari ini atas tindakan tidak disiplin.
"Per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau kepala dapur MBG, sebanyak 66 kasus dalam proses, jadi diberhentikan secara tidak hormat karena tindakan indisipliner, yakni tidak berada di tempat (dapur MBG) lebih dari 10 hari secara berturut-turut, kemudian ada kejadian phishing, yaitu mengaku duitnya hilang karena penipuan dan lain-lain, kemudian ada juga yang terlibat judi online," katanya.
Selain memberhentikan kepala dapur MBG, BGN juga tengah membina 60 SPPI secara internal akibat adanya konflik antara mitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini mengelola pendistribusian MBG.
Baca juga: BGN pastikan layanan medis dan evaluasi keracunan MBG di Papua optimal
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































