ASDP Ketapang siapkan skenario operasional kapal pada arus balik

5 hours ago 3

Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mempersiapkan skenario operasional kapal feri di penyeberangan lintas Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) menghadapi arus balik Lebaran 2026 dengan koordinasi lintas instansi terkait.

"Kami memastikan seluruh langkah operasional dilakukan secara terukur, adaptif dan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama," kata Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa.

Di tengah dinamika peningkatan trafik penyeberangan, lanjut dia, ASDP terus memperkuat langkah antisipatif guna memastikan arus balik Ketapang-Gilimanuk tetap lancar, aman dan terkendali.

Yossi memaparkan dalam kondisi normal penyeberangan di Selat Bali itu diharapkan berjalan lancar, dan apabila terjadi lonjakan kendaraan maupun cuaca ekstrem, maka langkah mitigasi akan segera diimplementasikan secara cepat dan terkoordinasi.

Baca juga: Menkomdigi sebut ada daerah wisata belum dapat sinyal di Bali

Sementara dalam skenario sangat padat, kata dia, khususnya saat volume kendaraan di kantong parkir Pelabuhan Ketapang mencapai 972 unit mobil, ASDP bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan kepolisian akan menerapkan pola tiba bongkar berangkat (TBB).

"Skema TBB ini memungkinkan kapal langsung kembali beroperasi tanpa memuat dari Pelabuhan Gilimanuk, sehingga mempercepat penguraian antrean (di Ketapang)," ujar Yossi.

Menurut dia, ASDP juga mengoptimalkan armada kapal berkapasitas besar seperti KMP Portlink VII milik ASDP dan KMP Liputan XII milik PT Segara Luas Samudra Abadi (SLSA) guna mempercepat proses bongkar muat.

"Seluruh langkah mitigasi telah disiapkan secara terukur dan siap dijalankan kapan pun diperlukan," ucap Yossi.

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |