APPBI: ISF 2026 bantu dongkrak daya beli masyarakat menengah bawah

12 hours ago 7
Ini kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan transaksi. Di sisi lain, konsumennya didominasi masyarakat menengah bawah, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini diharapkan dapat membantu mendorong daya beli mereka

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Wijaja mengatakan program Indonesia Shopping Festival 2026 menyasar target pasar masyarakat menengah bawah untuk membantu meningkatkan daya beli masyarakat terhadap produk ritel yang berkualitas dan terjangkau.

Alphonzus mengatakan mayoritas pusat perbelanjaan dan pelaku ritel di Indonesia memang menyasar segmen menengah bawah karena merupakan pangsa pasar terbesar. Melalui ISF 2026, masyarakat akan mendapatkan akses terhadap berbagai produk berkualitas dengan harga lebih terjangkau melalui beragam program promosi.

"Ini kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan transaksi. Di sisi lain, konsumennya didominasi masyarakat menengah bawah, sehingga secara tidak langsung kegiatan ini diharapkan dapat membantu mendorong daya beli mereka," kata Alphonzus dalam acara pembukaan ISF 2026 di K Mall Jakarta, Jumat.

Menurut dia, festival belanja tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi pelaku ritel modern, tetapi juga membuka ruang promosi yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan di tengah perlambatan konsumsi masyarakat.

Ia mengatakan di tengah ketidakpastian ekonomi dan daya beli masyarakat yang belum pulih, kehadiran ISF 2026 dapat menjadi angin segar bagi ritailer untuk memasarkan produknya dan juga konsumen yang ingin berbelanja dengan berbagai macam promo menarik.

Baca juga: APPBI targetkan transaksi Rp38 triliun lebih selama ISF 2026

Alphonsuz mengatakan menurunnya daya beli masyarakat kelas menengah bawah masih terpengaruhi kenaikan harga kebutuhan sehari-hari, yang dipengaruhi meningkatnya biaya produksi maupun pelemahan nilai tukar rupiah.

Karena itu, menurutnya strategi UMKM dalam mendorong konsumsi harus disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kelompok. Untuk masyarakat menengah bawah, insentif belanja dan promosi produk dapat membantu menjaga daya beli.

ISF 2026 menghadirkan berbagai program belanja di pusat-pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, mulai dari diskon hingga 80 persen, promosi lintas merek, hingga undian berhadiah utama satu unit mobil.

Indonesia Shopping Festival 2026 digelar dari 7 sampai 23 Agustus 2026 di 407 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

"Selain menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi masyarakat, festival ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi domestik sekaligus memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sementara itu, Alphonzus mengatakan untuk masyarakat kelas atas relatif tidak menghadapi persoalan daya beli. Pola konsumsi mereka lebih dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, seperti pergerakan nilai tukar rupiah, harga emas, hingga kondisi pasar saham.

Maka itu untuk menarik minat kelompok menengah atas, tantangannya adalah menyediakan produk yang kompetitif agar belanja tetap dilakukan di dalam negeri.

“Kebetulan nilai tukar rupiah melemah, belanja di luar negeri jadi lebih mahal, itu yang bisa dimanfaatkan untuk kalangan menengah atas supaya belanja di dalam negeri,” katanya.

Baca juga: Kemendag: ISF 2026 jadi penggerak pertumbuhan ekonomi kuartal III

Baca juga: Kemendag bidik transaksi ISF 2026 tembus Rp38 triliun

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |