Akomodasi dan modifikasi pembelajaran bisa bantu anak dengan SLD

4 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis anak subspesialis tumbuh kembang pediatri sosial konsultan Farid Agung Rahmadi menyampaikan bahwa akomodasi dan modifikasi pembelajaran di sekolah dapat membantu anak dengan gangguan belajar spesifik (Specific Learning Disorder/SLD) mengatasi masalah mereka.

Dokter Farid Agung Rahmadi, M.Si.Med., Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K) dalam seminar daring yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyampaikan bahwa akomodasi pembelajaran ditujukan untuk membantu anak mengakses pelajaran dan mencapai target pembelajaran yang sama dengan teman-temannya.

"Untuk akomodasi itu prinsipnya adalah membantu anak untuk mengakses pelajaran dan menunjukkan kemampuan yang sama dengan teman-temannya tanpa mengubah target utama," katanya dalam seminar yang diikuti via daring dari Jakarta pada Selasa.

Ia mencontohkan, sekolah dapat memberikan tambahan waktu 50 persen hingga 100 persen dari waktu yang diberikan kepada siswa lain semasa ujian.

Selain itu, guru dapat membantu membacakan teks yang panjang, memberikan kesempatan menjawab secara lisan, menggunakan teks dengan ukuran huruf lebih besar, atau menyediakan area minim gangguan bagi anak dengan LSD.

Baca juga: Rekomendasi latihan bagi anak dengan gangguan belajar spesifik

Dokter Farid menyampaikan bahwa modifikasi pembelajaran dapat dilakukan dengan menyesuaikan beban atau standar tugas dengan kemampuan anak yang mengalami gangguan belajar spesifik.

"Jumlah soalnya kalau temannya itu 10, mungkin anak dengan gangguan belajar spesifik diberikan jumlah soal lima. Tetapi tetap mengukur kompetensi inti yang sama," katanya.

Modifikasi pembelajaran juga bisa berupa pengurangan tugas menulis, penyederhanaan materi membaca, atau penilaian yang lebih menekankan pemahaman konsep alih-alih kerapian dan kecepatan menulis.​​​​​​​

Menurut dr. Farid, penerapan akomodasi maupun modifikasi pembelajaran bagi anak dengan gangguan belajar spesifik sebaiknya melalui pembahasan bersama yang melibatkan orang tua, guru, dan tenaga profesional.

Dengan dukungan tersebut, harapannya anak dengan SLD dapat mengikuti pelajaran, membangun kemampuan, dan mencapai target pembelajaran yang ditetapkan.

Baca juga: Kenali tanda-tanda disleksia semasa anak belajar membaca

Baca juga: Anak pintar bernilai akademik rendah mungkin hadapi gangguan belajar

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |