Trump dan Khamenei dilaporkan belum setujui kerangka kerja AS-Iran

3 months ago 11

Moskoq (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan belum menyelesaikan persetujuan akhir atas kesepakatan kerangka kerja antara kedua negara, lapor surat kabar The Telegraph pada Senin.

Meskipun kerangka umum kesepakatan telah disusun, persetujuan akhir masih diperlukan dari Trump dan Khamenei, menurut laporan tersebut yang mengutip seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, seorang sumber di kawasan Teluk Persia mengatakan kepada The Telegraph bahwa para pemimpin regional telah mendesak Trump untuk menerima proposal gencatan senjata guna menstabilkan situasi di kawasan.

Sebelumnya pada Minggu (24/5), Fox News melaporkan bahwa kesepakatan kerangka kerja AS-Iran telah “95 persen selesai”, meskipun perundingan masih memperdebatkan pemilihan kata terkait Selat Hormuz dan persediaan material nuklir Teheran.

Adapun pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap target-target di Iran yang menewaskan lebih dari 3.000 orang. Kemudian pada 8 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil yang jelas. Meski tidak ada pengumuman dimulainya kembali konflik, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Media: Kerangka kesepakatan AS-Iran telah capai 95 persen

Baca juga: Menlu AS: Jika perundingan gagal, itu 100 persen salah pihak Iran

Baca juga: AS dan Iran sepakat buka Selat Hormuz sepenuhnya dalam 30 hari

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |