PLN Watch imbau masyarakat dukung pemulihan listrik di Sumatera

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba mengimbau masyarakat mendukung proses pemulihan sistem kelistrikan setelah terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di sejumlah wilayah di Sumatera.

Tohom mengatakan langkah cepat yang dilakukan PLN bersama Bareskrim Polri menunjukkan penanganan gangguan kelistrikan nasional dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.

“Jika dari hasil penyelidikan sementara belum ditemukan unsur kesengajaan manusia, maka publik perlu melihat persoalan ini secara objektif. Sistem kelistrikan modern sangat dipengaruhi faktor teknis dan cuaca ekstrem. Yang paling penting sekarang adalah mendukung proses pemulihan dan penguatan sistem ke depan,” ujar Tohom dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut Tohom, blackout berskala besar memang dapat menimbulkan efek domino pada jaringan transmisi dan pembangkit, terutama ketika gangguan terjadi pada backbone utama sistem interkoneksi.

Ia menilai respons cepat PLN dalam memulihkan jutaan pelanggan dalam waktu relatif singkat menjadi bukti kesiapan personel dan infrastruktur ketenagalistrikan nasional terus mengalami peningkatan.

“Dalam sistem sebesar Sumatera, gangguan transmisi bisa menciptakan ketidakseimbangan beban yang sangat kompleks. Namun kita melihat PLN mampu bergerak cepat melakukan recovery bertahap. Ini menunjukkan kapasitas engineering dan mitigasi PLN semakin baik,” katanya.

Tohom memandang peristiwa tersebut harus menjadi momentum mempercepat modernisasi jaringan listrik nasional, termasuk penguatan transmisi backbone 500 kV dan 275 kV sesuai arahan pemerintah.

Menurut dia, Indonesia ke depan membutuhkan sistem kelistrikan yang tidak hanya kuat, tetapi juga adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem dan dinamika kebutuhan energi nasional yang terus meningkat.

“Transformasi sektor energi tidak cukup hanya membangun pembangkit. Harus ada penguatan transmisi, digitalisasi pengawasan jaringan, predictive maintenance, hingga sistem proteksi berlapis agar gangguan tidak meluas,” ujar dia.

Tohom mengatakan masyarakat perlu memberi ruang kepada PLN dan aparat untuk menyelesaikan investigasi secara menyeluruh tanpa membangun spekulasi yang dapat memperkeruh situasi.

Ia mengingatkan stabilitas pasokan listrik memiliki kaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, industri, hingga keamanan nasional.

Sebelumnya, Polri menerjunkan tim untuk menyelidiki penyebab blackout di sejumlah wilayah Sumatera.

Dari hasil pemeriksaan awal di titik putus sambungan Sutet 175-176 di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muara Jambi, belum ditemukan indikasi unsur kesengajaan manusia dalam putusnya konduktor transmisi tersebut.

PLN juga menyampaikan indikasi awal gangguan dipicu kondisi cuaca buruk yang memengaruhi sistem transmisi 275 kV Muaro Bungo–Sungai Rumbai dan memicu gangguan berantai pada sistem kelistrikan Sumatera.

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |