Pangkalpinang (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, mengajak masyarakat saling percaya dan kompak menghadapi dampak ketidakpastian ekonomi global.
"Kita saling kompak dan saling percaya satu sama lainnya maka segala persoalan-persoalan yang dihadapi sekarang ini bisa diatasi dengan baik," kata Otto Hasibuan saat menghadiri Seminar Kebangsaan Universitas Bangka Belitung (UBB) di Balun Ijuk Kabupaten Bangka, Minggu.
Ia mengatakan kondisi ekonomi global saat ini menghadapi tekanan akibat konflik di Timur Tengah yang masih memanas dan berdampak pada perekonomian berbagai negara.
Menurut dia, kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
“Masyarakat harus percaya kepada pemerintah dan pemerintah juga harus percaya kepada masyarakat agar berbagai masalah dapat diatasi dengan baik,” ujarnya.
Baca juga: Wamenko Otto tegaskan penguatan Kompolnas perkuat kepercayaan publik
Otto juga mengapresiasi mahasiswa UBB yang menggelar Seminar Kebangsaan bertema “Reformasi Pendidikan dan Kesadaran Hukum sebagai Pondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia”.
Ia menilai seminar tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan persoalan pembangunan daerah.
“Banyak pertanyaan kritis dari mahasiswa terkait peningkatan mutu pendidikan, pengelolaan sumber daya alam, hingga isu perekonomian akibat tekanan ekonomi global,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UBB, Devi Valeriani, menyampaikan kunjungan Otto Hasibuan beserta rombongan memberikan motivasi dan wawasan kepada mahasiswa melalui kuliah umum yang digelar kampus tersebut.
Baca juga: Otto: Pembaruan regulasi diikuti perubahan paradigma penegakan hukum
Menurut Devi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki sumber daya alam melimpah, namun tingkat kesejahteraan masyarakat masih perlu ditingkatkan.
“Peran akademisi sangat penting untuk memperkuat kualitas dan kompetensi masyarakat dalam mengelola sumber daya alam,” katanya.
Ia mengatakan UBB memiliki enam fakultas dengan Program Studi Hukum menjadi salah satu program studi dengan jumlah peminat tertinggi.
“Saat ini jumlah mahasiswa UBB mencapai 10.054 orang dan kami sedang berproses dalam penerimaan mahasiswa baru,” kata Devi.
Baca juga: Pemerintah jadikan status Priority Watch List momentum perkuat tata kelola HKI
Pewarta: Aprionis
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































