Konsulat RI telusuri penembakan kapal nelayan Merauke di PNG

1 day ago 2

Jayapura (ANTARA) - Konsulat RI di Vanimo, Papua Nugini, masih menelusuri laporan resmi otoritas setempat terkait insiden penembakan terhadap kapal nelayan asal Merauke yang menyebabkan nahkodanya terluka.

Konsul RI di Vanimo Alexander Tangkuman kepada ANTARA, Sabtu, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan lengkap dari otoritas di Daru, ibu kota Provinsi Western, mengenai insiden tersebut.

Menurut Alexander, laporan tersebut diharapkan dapat menjelaskan kronologi kejadian, termasuk dugaan pelanggaran yang dilakukan kapal beserta anak buah kapal (ABK).

Ia mengatakan nahkoda kapal, Ma'arifuddin Dhuhri, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Daru dan kondisinya stabil.

Alexander mengaku telah menjenguk korban pada Selasa (21/7), namun waktu kunjungan yang diberikan otoritas setempat terbatas sehingga pembicaraan tidak dapat berlangsung lama.

Selain itu, Konsulat RI hingga kini belum memperoleh kesempatan bertemu dengan para ABK yang masih berada di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Daru.

Ia berharap otoritas Provinsi Western segera menyampaikan laporan resmi sehingga Konsulat RI dapat mengetahui kondisi seluruh ABK sekaligus memperoleh penjelasan mengenai dasar tindakan terhadap kapal nelayan tersebut.

Alexander mengatakan pihaknya masih menunggu laporan tersebut sebagai dasar untuk memperoleh informasi lengkap mengenai penanganan insiden yang melibatkan kapal nelayan asal Merauke itu.

Baca juga: Penembakan kapal nelayan di perairan PNG diduga dari jarak dekat

Baca juga: Dubes RI di PNG sesalkan penembakan terhadap nelayan asal Merauke

Baca juga: Kadispenal pastikan penembakan kapal nelayan di Sumsel sesuai prosedur

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |