Jakarta (ANTARA) - Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Syukriah HG mengungkapkan lelang menjadi instrumen ekonomi yang adaptif, transparan, dan relevan dalam mendukung perekonomian nasional.
"Dengan strategi publikasi dan pemasaran yang semakin kolaboratif, kami optimis bahwa lelang akan semakin diminati dan menjadi alternatif transaksi yang bernilai bagi masyarakat umum," ujar Syukriah di Jakarta, Senin.
Menurut dia, DJKN terus melakukan penyempurnaan layanan lelang melalui digitalisasi aplikasi dan sistem layanan agar proses lelang semakin cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Syukriah memandang bahwa keberhasilan pelaksanaan lelang sangat ditentukan oleh kualitas persiapan, koordinasi antar pemangku kepentingan. Ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh aspek pelaksanaan sehingga program lelang massal yang dilakukan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN bisa dilaksanakan sesuai dengan yang diharapkan.
“Kami meyakini sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi penting dalam menentukan kesuksesan Lelang Akbar BTN 2026 sekaligus memperluas partisipasi publik dalam ekosistem lelang nasional,” katanya.
Dirinya berharap transformasi layanan dapat mendukung peningkatan keberhasilan lelang, memperluas partisipasi publik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme lelang sebagai instrumen transaksi yang aman dan kredibel.
"Melalui kegiatan ini, teman-teman investor maupun masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan aset properti dengan potensi nilai investasi yang sangat menarik," katanya.
Sebagai informasi, BTN siap membanjiri 10.000 hunian bekas (second) ke pasar properti nasional melalui program Lelang Akbar BTN 2026.
BUMN tersebut menawarkan puluhan ribu properti tersebut dengan harga kompetitif mencapai 40 persen di bawah harga pasar. Bank pelat merah itu juga memberikan opsi skema pembiayaan rumah second dengan bunga mulai 5 persen guna memperluas akses masyarakat memiliki hunian maupun berinvestasi properti serta mendorong Program 3 Juta Rumah.
Baca juga: BTN: Lelang properti buka akses lebih luas bagi publik miliki hunian
Baca juga: OJK dan pemerintah jajaki skema asuransi untuk program 3 juta rumah
Baca juga: Pos Properti Indonesia percepat ekspansi lewat tiga inisiatif bisnis
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































