Hadapi proteksionisme global, Zulhas pastikan stok pangan surplus

1 day ago 2

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan kondisi stok pangan nasional saat ini dalam keadaan aman dan surplus di tengah tren proteksionisme global.

Dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu, Zulhas menekankan bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan wujud kehormatan bangsa sekaligus bentuk keberpihakan nyata kepada kaum tani.

Menko Pangan menyoroti dinamika geopolitik masa kini yang memicu banyak negara menutup keran ekspor demi mengamankan pasokan domestiknya. Menghadapi situasi tersebut, Indonesia dinilai tidak bisa lagi hanya bersandar pada konsep pasar bebas yang mengagungkan kebebasan membeli tanpa memedulikan kedaulatan.

Baca juga: Zulhas pastikan stok pangan aman hadapi musim kemarau

"Tidak ada negara lain yang mau menolong Indonesia. Dalam situasi dunia seperti ini, yang bisa membantu kita, yang bisa menolong kita, ya diri kita sendiri," katanya.

Menko Zulhas memaparkan bahwa langkah antisipasi pemerintah melalui akselerasi produksi telah membuahkan hasil yang signifikan. Indonesia tercatat sukses menghentikan ketergantungan impor beras pada tahun 2025 dengan mencatatkan surplus hingga 4,2 juta ton, berbanding terbalik dengan kondisi tahun 2024 yang masih menelan 4,5 juta ton beras impor.

Tidak hanya beras, ia memastikan komoditas strategis lainnya, seperti jagung, gula konsumsi, telur, daging ayam, hingga perikanan telah mencapai kemandirian pasokan.

​Keberhasilan membalikkan keadaan tersebut, lanjut Zulhas, tidak lepas dari perubahan arah kebijakan pemerintah yang kini memprioritaskan petani melalui perbaikan harga jual gabah dan kemudahan akses pupuk.

​"Oleh karena itu, kita harus swasembada. Swasembada itu kehormatan petani, kehormatan keluarga dan saudara kita. Kedaulatan pangan bukan semata persoalan ekonomi, melainkan menyangkut kehormatan bangsa," ujarnya.

Zulhas mengkritik kebijakan masa lampau yang memanjakan impor hingga menyebabkan petani kehilangan nilai ekonomi, terpaksa melepas lahan, dan turun kasta menjadi buruh tani.

Baca juga: Bapanas tegaskan stok pangan RI aman hadapi potensi musim kemarau

Baca juga: Kementan optimistis stok beras aman hadapi El Nino

Melalui forum KUII VIII ini, ia mengajak seluruh umat Islam untuk turut memikirkan persoalan mendasar yang dihadapi petani dan nelayan agar kedaulatan benar-benar terwujud di akar rumput.

Tak hanya berhenti pada urusan perut, pemerintah kini membidik kedaulatan energi nasional yang bahan bakunya bersumber dari hasil pertanian (biofuel).

​"Sekarang kita bergerak ke energi. Solar sudah, habis ini bensin kita akan buat E10 dulu secara bertahap. Etanol itu bisa dari singkong, jagung, atau tebu. Ketahanan pangan dan energi harus betul-betul kita pastikan agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri," ucap Zulkifli Hasan.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |