Gubernur terima masukan World Bank soal lima persoalan Bali

4 hours ago 2

Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster menerima masukan dari World Bank atau organisasi keuangan global soal lima persoalan Bali yang menjadi perhatian dunia.

“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai masukan yang disampaikan kepada Pemprov Bali, infrastruktur memang menjadi salah satu perhatian utama kami di Bali karena membutuhkan pendanaan yang sangat besar,” kata Koster dalam keterangan di Denpasar, Minggu.

Dalam pertemuan Gubernur Bali dengan World Bank Country Director Carolyn Turk itu mencuat lima persoalan yang menjadi tantangan dan dinilai mestinya diselesaikan.

Isu tersebut yaitu pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta ketersediaan sumber daya listrik di sejumlah wilayah di Bali.

Untuk itu Gubernur Bali menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas masukan terkait pembangunan dan keberlanjutan Pulau Dewata di masa depan itu, apalagi masukan tersebut sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun.

Seperti pada infrastruktur, dimana infrastruktur sangat mempengaruhi keberlanjutan pariwisata Bali sehingga harus ditangani secara serius dan terencana.

Dalam aspek lingkungan, kata dia, Pemprov Bali juga sudah terus mendorong terwujudnya alam Bali yang bersih dan sehat melalui berbagai kebijakan, diantaranya pembatasan penggunaan plastik sekali pakai serta pengelolaan sampah berbasis sumber.

Baca juga: Koster serap persoalan TPA Suwung untuk dilaporkan ke Menteri LH

“Langkah tersebut dilakukan agar kondisi alam Bali tetap terjaga untuk menopang kehidupan generasi mendatang,” ucapnya.

Kemudian dalam aspek manusia, Gubernur Koster menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah seperti memastikan kebutuhan atas udara yang bersih, air yang sehat, pangan, sandang, serta papan yang memadai.

“Udara Bali harus bagus, air bersih dan sehat harus disiapkan, Bali juga harus berdaulat pangan,” ujarnya.

Dan untuk energi, ia merespons bahwa Pemprov Bali juga mendorong kemandirian energi bersih demi menjamin ketersediaan energi berkelanjutan di masa depan.

Terbukti dari Koster tidak mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan lebih mengutamakan energi bersih, didorong juga lewat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, hingga penyiapan pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara.

“Pemerintah juga terus melakukan penanaman pohon, mangrove, serta tanaman endemik Bali guna memperluas tutupan hutan dan menjaga keseimbangan lingkungan, seluruh kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Bali, termasuk melestarikan budaya Bali, serta menyiapkan ekosistem penunjang kehidupan masyarakat secara berkelanjutan,” tuturnya.

Baca juga: Merawat mangrove demi terjaganya ekosistem pantai di Bali

World Bank Country Director Carolyn Turk sendiri mengatakan lima persoalan Bali tidak hanya berkaitan dengan sektor pariwisata, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar serta kualitas hidup masyarakat Bali.

Apabila persoalan tersebut tidak ditangani dengan baik mulai dari sekarang, ketakutan World Bank, Bali berpotensi menghadapi berbagai persoalan serius di masa mendatang.

“Kami tidak hanya melihat kondisi Bali saat ini, tetapi juga periode-periode mendatang, Bali saat ini masih menjadi primadona dunia, tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan hingga tahun-tahun ke depan,” ujar Carolyn.

Sebagai tindak lanjut atas data yang dimiliki oleh World Bank, pihaknya meminta Gubernur Bali untuk menunjuk tim teknis agar bisa berkolaborasi menggelar diskusi lanjutan membahas berbagai solusi strategis dan langkah penanganan yang dapat diterapkan.

“Hasil pembahasan bersama tim teknis nantinya akan kembali disampaikan kepada Gubernur Bali dalam agenda pertemuan berikutnya,” kata dia.

Carolyn berharap, pemerintah dapat memperkuat langkah pembangunan berkelanjutan agar pertumbuhan sektor pariwisata tetap berjalan seimbang dengan kebutuhan masyarakat Bali.

“Tim analis kami tidak hanya berfokus pada kondisi saat ini, tetapi juga melihat periode-periode mendatang, tantangannya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan dan tetap prima hingga tahun-tahun mendatang,” tutupnya.

Baca juga: Koster tindaklanjuti kesepatakan DPR-menteri buat infrastruktur Bali

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |