Gubernur Jatim: Bantuan sosial perkuat perlindungan masyarakat rentan

6 hours ago 2
Saya selalu sampaikan ke semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan

Kediri (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut bantuan sosial merupakan kepedulian pemerintah bagi masyarakat ekonomi rentan guna mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi.

“Penyaluran bansos senilai Rp1,819 miliar adalah bagian komitmen Pemprov Jatim memperkuat perlindungan sosial, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan,” kata Gubernur Khofifah dalam keterangannya di Kediri, Minggu.

Ia pemerintah terus ikhtiar agar tingkat kesejahteraan masyarakat makin baik. Karena itu kali ini ia menyalurkan bantuan sosial dan tali asih untuk warga Kota Kediri senilai Rp1,819 miliar.

Program bantuan sosial ini merupakan implementasi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Sejahtera, yang menjadi pijakan mewujudkan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Gubernur Jatim ingatkan masyarakat agar bijak gunakan bansos

Ia menyebut fokus pemerintah saat ini adalah percepatan pengentasan kemiskinan dan pengurangan ketimpangan sosial melalui perlindungan sosial yang adaptif dan berbasis data terpadu.

Khofifah juga menekankan bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga diharapkan mampu memberikan efek ganda terhadap ketahanan ekonomi masyarakat.

“Saya selalu sampaikan ke semua supaya menggunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk meningkatkan kemandirian dan menumbuhkan semangat kewirausahaan,” katanya.

Baca juga: Digitalisasi pastikan penyaluran bansos transparan dan adil

Ia mengapresiasi seluruh pilar sosial yang selama ini menjadi ujung tombak dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Di balik setiap bantuan yang tersalurkan, ada kerja keras para pendamping sosial, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Tagana, dan seluruh pilar sosial. Pengabdian semua adalah bagian penting dari upaya kita menyejahterakan masyarakat,” ucapnya.

Khofifah juga berharap sinergi antar-pilar sosial terus diperkuat, disertai peningkatan integritas dan kepekaan terhadap dinamika masyarakat di lapangan.

“Dengan semangat gotong royong, saya optimistis perlindungan sosial di Jatim akan semakin responsif, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata dia.

Baca juga: Kejar target nol miskin ekstrem, pemerintah petakan 88 kabupaten/kota

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |