Jakarta (ANTARA) - Google mengklaim jumlah pengguna aktif aplikasi Gemini di Asia Tenggara meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir, menjadikan kawasan tersebut sebagai wilayah dengan tingkat adopsi Gemini tercepat dibandingkan aplikasi Google lainnya.
"Kami melihat antusiasme tercermin dari angka-angka di Asia Tenggara ini, jumlah pengguna aktif Gemini, baik di web maupun aplikasi, telah meningkat lebih dari dua kali lipat di kawasan ini dalam 12 bulan terakhir. Bahkan, pertumbuhannya mencetak rekor, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara," ujar Vice President, Southeast Asia and South Asia Frontier Google, Sapna Chadha dalam laporan perdana Gemini Report: Southeast Asia 2026 yang digelar secara daring, Selasa.
Perusahaan mengungkap pertumbuhan tersebut didorong oleh dominasi populasi muda yang melek teknologi, dengan hampir 40 persen penduduk Asia Tenggara berusia di bawah 25 tahun, serta kemampuan Gemini dalam memahami bahasa-bahasa lokal.
Baca juga: Indonesia jadi negara paling kreatif menggunakan AI visual
Laporan itu mengulas pemanfaatan Gemini di enam negara dengan basis pengguna terbesar di kawasan, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Menurut Google, seiring meningkatnya popularitas aplikasi tersebut, Gemini semakin banyak dimanfaatkan sebagai pendamping untuk bekerja, belajar, dan menjalani aktivitas sehari-hari.
"Faktanya, pertumbuhannya mencapai rekor tercepat, melampaui aplikasi Google lainnya yang pernah kami luncurkan di Asia Tenggara," kata Sapna.
Selain itu, Sapna juga menyoroti catatan Google bahwa hampir 70 persen prompt yang diajukan pengguna di Asia Tenggara ditulis menggunakan bahasa lokal. Persentase tersebut dipimpin Vietnam sebesar 89 persen, disusul Thailand 87 persen dan Indonesia 84 persen.
Baca juga: Google tengah uji Gmail Live pada platform Android dan iOS
Berdasarkan Southeast Asia Holistic Evaluation of Language Models (SEA-HELM), Gemini juga disebut sebagai large language model (LLM) dengan performa terbaik secara keseluruhan untuk bahasa-bahasa Asia Tenggara.
Laporan itu juga menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video, sementara sekitar 10 persen menggunakan suara melalui fitur seperti Gemini Live.
Selain untuk mencari informasi, pengguna di Asia Tenggara juga memanfaatkan Gemini sebagai asisten riset untuk merangkum dokumen dan merapikan data, serta sebagai teman bertukar pikiran untuk memperoleh saran, opini, rekomendasi, maupun panduan penyelesaian masalah langkah demi langkah.
Baca juga: Google gugat penipu asal China karena gunakan AI Gemini untuk penipuan
Baca juga: Google hadirkan Gemini di Chrome di lebih banyak negara
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































