Cuaca ekstrem, BPBD Kota Bengkulu siagakan personel TRC 24 jam

5 hours ago 2
Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, banjir luapan, hingga gelombang tinggi di pesisir pantai

Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu menyiagakan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) 24 jam guna merespon setiap laporan masyarakat terkait bencana, menyusul cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai dengan angin kencang saat malam kembali terjadi di wilayah kota itu sejak beberapa hari terakhir .

"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini berpotensi menyebabkan pohon tumbang, banjir luapan, hingga gelombang tinggi di pesisir pantai," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu I Made Wardana di Bengkulu, Minggu.

Saat ini kondisi cuaca yang tidak menentu, seperti hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang, yang terjadi sehingga berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi.

Baca juga: Cuaca ekstrem, 2.792 warga di Kota Bengkulu terdampak banjir

Ia mengimbau kepada masyarakat agar dapat mengurangi aktivitas di luar rumah, menghindari berteduh maupun memarkirkan kendaraan di bawah pohon besar dan papan reklame ketika hujan lebat serta angin kencang melanda, guna mengurangi risiko bencana saat cuaca buruk terjadi.

Sebab, kondisi tersebut dinilai berbahaya karena pohon maupun reklame berisiko tumbang sewaktu-waktu.

Kemudian, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rendah dan bantaran sungai juga diminta lebih waspada terhadap potensi banjir luapan, serta dapat lebih aktif memantau debit air untuk mengantisipasi banjir kiriman yang bisa datang secara tiba-tiba.

Baca juga: Hujan deras, 100 rumah lebih terendam banjir di Kota Bengkulu

Pihaknya juga mengimbau agar para nelayan dan pelaku wisata bahari untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca sebelum beraktivitas di laut, sebab gelombang tinggi yang dipicu cuaca ekstrem dinilai dapat membahayakan keselamatan.

"Nelayan dan pelaku wisata pantai kami minta terus memantau informasi cuaca dari BMKG Bengkulu sebelum melaut atau beraktivitas di kawasan pesisir. Informasi dari BMKG sanggat penting, untuk memastikan nelayan dapat menghindari cuaca buruk," ujar I Made Wardana.

Selain itu masyarakat diminta segera melaporkan apabila terjadi bencana di lingkungan sekitar melalui layanan darurat maupun langsung menghubungi BPBD Kota Bengkulu, Call Center 112, atau organisasi perangkat daerah terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Baca juga: Pemkot Bengkulu catat sebanyak 140 rumah rusak terdampak gempa

Pewarta: Anggi Mayasari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |