Jakarta (ANTARA) - Tesla dikabarkan telah merampungkan tahap tape-out Chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru, AI5, dan siap untuk memasuki tahap produksi dalam waktu yang tidak lama lagi.
Arena EV, Senin (12/7), melaporkan bahwa perkembangan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) dan teknologi Full Self-Driving (FSD) pada kendaraan listrik Tesla di masa mendatang.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Tesla Elon Musk pada pertengahan April mengumumkan melalui platform X bahwa desain AI5 telah selesai.
Baca juga: Elon Musk kemukakan rencana kolaborasi pembuatan chip
Kini, Samsung turut mengonfirmasi bahwa proses tape-out dari sisi manufaktur juga telah dirampungkan, sehingga chip tersebut siap memasuki tahap produksi.
Dalam industri semikonduktor, tape-out merupakan tahap akhir penyelesaian desain sebelum chip diproduksi.
Setelah pengembang menyelesaikan rancangan sirkuit, produsen semikonduktor menerjemahkannya menjadi desain manufaktur yang siap diproduksi di fasilitas fabrikasi.
Baca juga: Tesla tunda chip AI5 hingga 2027 sebabkan fitur swakemudi penuh mundur
Dengan rampungnya proses tersebut, produksi awal AI5 diperkirakan dapat dimulai pada akhir 2026. Namun, kapasitas produksi massal diproyeksikan baru tercapai paling cepat pada pertengahan 2027.
Samsung juga mengungkapkan bahwa AI5 akan diproduksi menggunakan proses manufaktur SF2T berteknologi 2 nanometer (nm).
Informasi ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai teknologi fabrikasi yang akan digunakan, setelah sebelumnya beredar dugaan bahwa chip tersebut dibangun menggunakan proses 3 nm.
Baca juga: Samsung kantongi pesanan chip AI senilai Rp268 triliun dari Tesla
Produksi AI5 akan dilakukan di pabrik Samsung yang berlokasi di Taylor, Texas, Amerika Serikat.
Fasilitas tersebut disiapkan sebagai basis produksi chip Tesla dengan teknologi 2 nm, yang juga disebut akan menjadi fondasi bagi pengembangan chip AI6 generasi berikutnya.
Bagi Tesla, keberadaan chip AI menjadi komponen penting karena berfungsi sebagai otak pemrosesan berbagai fitur ADAS dan FSD.
Baca juga: Musk sebut Samsung akan produksi chip AI6 Tesla di pabrik AS
Perusahaan selama ini menghadapi sorotan terkait kompatibilitas perangkat keras lama terhadap pembaruan sistem Full Self-Driving, sehingga pengembangan AI5 dinilai sebagai upaya menghadirkan platform komputasi yang lebih siap menghadapi kebutuhan teknologi otonom pada masa depan.
Selain meningkatkan kemampuan komputasi kendaraan, Tesla juga terus memperkuat rantai pasok semikonduktornya.
Baca juga: Perusahaan EV China ramai-ramai gandeng Nvidia untuk saingi Tesla
Perusahaan menjalin kerja sama dengan dua produsen chip terbesar dunia, yakni Samsung dan TSMC, guna memastikan ketersediaan pasokan semikonduktor di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Taiwan, dan China.
Strategi tersebut, diharapkan dapat menjaga kelangsungan produksi kendaraan Tesla, sekaligus mendukung percepatan pengembangan teknologi mengemudi otonom yang membutuhkan kemampuan pemrosesan data dalam jumlah besar.
Baca juga: Musk sebut pabrik semikonduktor baru akan akhiri kelangkaan chip mobil
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026


















































