Bupati Raja Ampat: Kota wisata jadi solusi tingkatkan ekonomi daerah

1 day ago 7
Kami ingin punya kota wisata. Kalau kita berkembang dengan keadaan kita yang sekarang, kita akan kalah terus dalam pengembangan wisata

Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Bupati Raja Ampat, Papua Barat Daya, Orideko Burdam mengatakan pembangunan kawasan kota wisata menjadi solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Orideko Burdam di Sorong, Sabtu, mengatakan solusi tersebut muncul karena daerahnya membutuhkan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu mengakomodasi investasi di sektor pariwisata guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan PAD.

"Kami ingin punya kota wisata. Kalau kita berkembang dengan keadaan kita yang sekarang, kita akan kalah terus dalam pengembangan wisata," ujar Orideko usai pertemuan dengan Anggota DPD RI di Kota Sorong.

Menurut dia, selama ini banyak investor yang berminat menanamkan modal di sektor pariwisata Raja Ampat. Namun, investasi tersebut kerap terkendala karena belum tersedia kawasan yang disiapkan secara khusus untuk pembangunan fasilitas wisata.

"Hari ini investor yang masuk ke wisata banyak, tetapi tidak ada lokasi. Karena itu kami siapkan satu kawasan. Silakan investor membangun di situ, dan kawasan itu akan kami jadikan kota wisata," katanya.

Baca juga: Kemenpar berencana pasang 136 mooring buoy di Raja Ampat

Orideko menjelaskan keberadaan kota wisata diharapkan menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat. Selain membuka peluang usaha dan lapangan kerja, kawasan tersebut juga diyakini dapat meningkatkan penerimaan daerah melalui pajak dan retribusi.

"Harapan kami, di situlah terjadi perputaran ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah juga bisa meningkatkan PAD dari pajak dan retribusi," ungkapnya.

Ia menambahkan upaya meningkatkan PAD selama ini cukup sulit dilakukan karena sebagian besar wilayah Raja Ampat merupakan kawasan konservasi, baik di laut maupun di daratan.

"Hari ini kita mau target PAD juga susah, karena laut konservasi, darat juga konservasi. Kami tidak bisa berbuat banyak, sehingga kami fokus di satu wilayah untuk dijadikan kota wisata agar dari situ kita bisa menarik pajak dan retribusi," jelasnya.

Terkait realisasi pembangunan kota wisata, Orideko mengatakan proyek tersebut masih berada pada tahap studi. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang untuk melakukan studi kelayakan.

"Kami baru pada tahap studi. Kemarin kami bekerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang untuk membuat kajian. Kalau hasilnya memenuhi syarat, baru akan dilanjutkan," katanya.

Rencananya, kawasan kota wisata tersebut dibangun Kampung Wawiyai, Distrik Waigeo Selatan, Kabupaten Raja Ampat.

"Kita berharap kawasan ini menjadi destinasi wisata baru sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Baca juga: Menpar tinjau kesiapan revalidasi UNESCO di Geopark Raja Ampat

Baca juga: PERURI: Sinergi BUMN dongkrak pendapatan BUMDes Raja Ampat 87,5 persen

Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |