Anggota DPR ungkap perjalanan sulitnya lulus dari Universitas Terbuka

1 week ago 18

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi IV DPR RI, Muhammad Habibur Rochman mengungkapkan perjalanan sulitnya untuk lulus dari Program Studi Magister Manajemen di Universitas Terbuka.

Pria yang akrab disapa Gus Habib itu menceritakan bahwa statusnya sebagai wakil rakyat sama sekali tidak memberikan kemudahan atau jalan pintas untuk meraih gelar.

"UT ini tidak memandang kau pejabat atau kau siapa, kalau pada intinya anda tidak mengikuti proses akhir dalam tesis maupun disertasi, tidak akan lulus," katanya dalam Konferensi Pers Wisuda UT Tahun Akademik 2025/2026 Genap Wilayah 2 di Tangerang Selatan, Selasa.

Gus Habib mengaku dirinya bahkan harus menghabiskan waktu hingga lima tahun di tengah kesibukan kunjungan kerja untuk bisa merampungkan studinya.

"Persepsi orang-orang terhadap UT selama ini adalah kampus yang mohon maaf mungkin gampang lulusnya itu (ternyata) tidak sama sekali," ungkapnya sembari tersenyum.

Baca juga: Luluskan kiper timnas hingga pejabat, UT wujudkan kuliah untuk semua

Pengalaman serupa turut dirasakan oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra, yang baru saja dikukuhkan sebagai Doktor Administrasi Publik.

Wayan bersaksi mengenai ketatnya standar kelulusan UT usai diuji secara langsung oleh Rektor UT. Sebagai seorang pejabat birokrasi, ia merasa kompetensi keilmuan dan kognitifnya benar-benar dicecar dan diuji hingga batas maksimal tanpa ada kompromi.

Sistem pembelajaran jarak jauh di UT, lanjutnya, sangat disiplin dengan tenggat waktu (deadline) pengumpulan tugas yang ketat. Ia mengaku harus merelakan hobi tenis mejanya selepas jam kantor agar memiliki waktu luang untuk membaca modul dan menulis tugas secara mandiri.

Baca juga: Rektor UT ajak para atlet untuk berkuliah di UT lewat skema beasiswa

Merespons kesaksian tersebut, Rektor UT Prof Ali Muktiyanto menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya adalah ruang di mana keadilan pendidikan ditegakkan secara merata bagi seluruh anak bangsa.

"Tidak ada ceritanya meskipun sudah lima tahun dan menjabat anggota DPR, lalu kita luluskan padahal belum selesai. Beliau (Gus Habib) Alhamdulillah lulus meskipun agak berdarah-darah, dan lulus itu artinya kualitasnya dijamin sama dengan yang lain," tutur Prof. Ali mengapresiasi daya juang para wisudawan.

Kebijakan tanpa pandang bulu ini sekaligus mempertegas prinsip dasar pendidikan inklusif UT yang dipaparkan oleh Wakil Rektor UT Bidang Akademik Prof. Rahmat Budiman, yakni penerapan standar "one fits for all".

Dengan prinsip tersebut, UT memastikan tidak ada celah dispensasi akademik apa pun bagi mahasiswa yang memiliki kedudukan maupun kekuasaan, sehingga gelar kesarjanaan yang diraih dipastikan murni merupakan buah dedikasi, kualitas, dan kerja keras.

Baca juga: UT optimistis mampu layani 2,5 juta mahasiswa aktif di Indonesia

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |