Hati-Hati, Masih Ada 40 Perlintasan Aktif dengan Lebar Jalan Cukup Besar dan Intensitas Kendaraan Tinggi
Jakarta (ANTARA) - Akhir pekan membuat mobilitas masyarakat di berbagai daerah meningkat. Ada yang bepergian bersama keluarga, menuju tempat wisata, pulang ke kampung halaman, berbelanja ke pasar, hingga menikmati suasana kota lain. Di tengah ramainya aktivitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat melintas di perlintasan sebidang kereta api.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan keselamatan di perlintasan sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan. Pengendara diminta berhenti sejenak, menengok kanan dan kiri, memastikan tidak ada kereta api yang melintas, serta mendahulukan perjalanan kereta api.
“Kadang perjalanan terasa dekat dan terburu waktu, padahal beberapa detik untuk berhenti dan melihat kondisi jalur bisa menjaga keselamatan banyak orang. Kami mengajak masyarakat tetap disiplin dan lebih hati-hati saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Anne.
Menurut Anne, banyak perlintasan aktif berada di kawasan yang aktivitas masyarakatnya terus berkembang. Sebagian menjadi akses utama warga menuju sekolah, pasar tradisional, kawasan permukiman, pusat perdagangan lokal, hingga jalur distribusi hasil pertanian dan logistik masyarakat.
KAI mencatat masih terdapat 40 titik perlintasan aktif dengan lebar jalan cukup besar dan intensitas kendaraan yang cukup tinggi di berbagai wilayah operasional. Di wilayah Banten misalnya, terdapat titik di kawasan Tigaraksa hingga Rangkasbitung yang menjadi akses kendaraan masyarakat menuju kawasan permukiman dan aktivitas komuter harian.
Di Jawa Barat, beberapa titik berada di kawasan Purwakarta dan lintas pedesaan yang setiap hari dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan pengangkut hasil pertanian masyarakat.
Sementara di wilayah Daop 3 Cirebon, titik-titik perlintasan tersebar di kawasan Jatibarang, Kertasemaya, Pegadenbaru, Cipunegara, Arjawinangun, hingga Bangoduwa. Kawasan tersebut memiliki aktivitas harian yang cukup padat, mulai dari kendaraan pengangkut hasil bumi, perdagangan lokal, hingga mobilitas pekerja dan pelajar.
Di Jawa Tengah, sejumlah titik berada di lintas Pemalang, Slawi, Prembun, Grobogan, Randublatung, hingga kawasan Pantura yang menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat. Pada jam-jam tertentu, kendaraan roda dua dan roda empat cukup ramai melintasi kawasan tersebut.
Kondisi serupa juga terlihat di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan seperti Srowot, Brambanan, hingga Masaran yang berada di kawasan padat aktivitas warga serta jalur penghubung menuju pusat kegiatan masyarakat.
Sementara itu di Sumatra Selatan dan Lampung, beberapa titik berada di jalur kendaraan antarkota dan distribusi logistik masyarakat. Bahkan terdapat perlintasan dengan lebar jalan cukup besar namun belum dijaga secara penuh. Perlintasan Sukamerindu–Tanjung Rambang misalnya memiliki lebar jalan mencapai 13 meter. Selain itu terdapat titik Air Asam–Sukamerindu dengan lebar jalan 12 meter yang berada di jalur kendaraan logistik dan mobilitas masyarakat harian.
“Kalau melihat langsung di lapangan, sebagian titik memang berada di jalan yang cukup ramai. Ada yang menjadi jalur kendaraan masyarakat dari pagi sampai malam, ada juga yang berkembang menjadi akses distribusi ekonomi antardaerah,” kata Anne.
Anne menjelaskan pertumbuhan kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat membuat sejumlah perlintasan kini memiliki intensitas kendaraan yang jauh lebih tinggi dibanding beberapa tahun lalu. Karena itu, kebutuhan peningkatan infrastruktur keselamatan juga menjadi semakin penting.
KAI mendorong percepatan pembangunan flyover maupun underpass pada titik-titik dengan lalu lintas kendaraan tinggi dan tingkat risiko besar agar keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan dapat semakin terjaga.
“Flyover dan underpass menjadi solusi jangka panjang untuk kawasan dengan mobilitas tinggi. Ketika perpotongan sebidang dapat dikurangi secara bertahap, keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api akan semakin terjaga,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































