Medan (ANTARA) - Universitas Sumatera Utara (USU) mengukuhkan enam guru besar dari berbagai disiplin ilmu yang berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Vokasi.
Enam guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dr. Dra. Mahriyuni dan Prof. Dr. Dwi Widayati (Fakultas Ilmu Budaya), Prof. Dr. dr. Bintang Yinke Magdalena Sinaga, Prof. Dr. dr. Julandi Harahap, dan Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar (Fakultas Kedokteran), serta Prof. Dr. Drs. Open Darnius Sembiring (Fakultas Vokasi).
Rektor USU Prof Muryanto Amin di Medan, Selasa, mengatakan pengukuhan enam guru besar tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan tinggi, khususnya di lingkungan USU, sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi para akademisi.
"Pengukuhan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang USU dalam membangun ekosistem akademik yang lebih kuat," katanya.
Baca juga: Universitas Sumatera Utara tambah enam guru besar
Ia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2024, USU telah mengukuhkan 52 guru besar, dengan tambahan 18 guru besar baru sejak Januari hingga Februari 2025.
"Tantangan terbesar bagi seorang akademisi bukan hanya mencapai posisi ini, tetapi juga menjaga konsistensi dalam pengajaran, penelitian, serta penyebarluasan ilmu pengetahuan untuk kemajuan peradaban," katanya.
Rektor USU juga menekankan bahwa peran guru besar tidak hanya terbatas dalam ruang kelas, tetapi juga dalam memberikan wawasan yang lebih luas kepada masyarakat.
Baca juga: USU berikan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi
Ilmu pengetahuan terus berkembang dan harus mampu menjawab tantangan zaman, sehingga para akademisi harus terus berkolaborasi dan membuka diri terhadap pengalaman di luar kampus, baik dalam dunia pemerintahan maupun industri.
"Menjadi seorang guru besar bukanlah pencapaian individu semata, melainkan hasil dari kolaborasi yang erat dengan banyak pihak," katanya.
Salah satu guru besar yang dikukuhkan, Prof. Dr. Dra. Mahriyuni menyatakan bahwa pengukuhan itu menjadi motivasi bagi dirinya dan akademisi lainnya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu.
Ia menekankan pentingnya pemahaman masyarakat global terhadap kredibilitas bangsa Indonesia melalui riset dan publikasi ilmiah.
Baca juga: USU rancang Program Microteaching untuk dosen
"Harapan saya, kita semua terus bersemangat dalam berkarya dan menulis artikel ilmiah, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Dengan begitu, kita dapat menunjukkan keunggulan akademik Indonesia di mata dunia," katanya.
Pewarta: Juraidi
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025