Universitas Ummat latih PMI Malaysia manajemen usaha berbasis digital

1 week ago 6
kami memberikan informasi, tawaran solusi dan inovasi yang memberikan dampak ekonomi kepada mereka

Mataram (ANTARA) - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) Nusa Tenggara Barat memberikan pelatihan manajemen usaha berbasis digital, yang menyasar para pekerja migran Indonesia (PMI) di Kampung Bharu, Malaysia.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua Program Ilmu Lingkungan Pascasarjana Ummat, Dr Ibrahim dengan anggota Ilham Zitri dan Inka Nusamuda Pratama, keduanya dosen Ilmu Pemerintahan Fisipol Ummat, dan mahasiswa Ilmu Hukum Fakultas Hukum Ummat Lalu Agus Afandi, didampingi Ketua LPPM Ummat Dr Sri Rejeki dan Pakar Hukum Dr Maemunah.

"Ada 25 peserta dari teman-teman PMI yang mengikuti pelatihan ini," kata Ketua PKM Internasional Ummat Ibrahim melalui keterangan diterima di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan bahwa pelatihan tersebut, merupakan tindak lanjut dari kegiatan program tahun 2024, di mana UMMAT saat itu berdiskusi dengan sejumlah PMI dan menyerap aspirasi mereka.

"Permasalahan utama di lokasi tempat tinggal PMI yang kita beri pelatihan ini, melimpah-nya produksi biji durian, namun mereka tidak mengetahui bagaimana cara memasarkan-nya," ujarnya.

Baca juga: UMMat berikan beasiswa untuk mahasiswa hafiz Quran

Baca juga: UM Mataram luncurkan rumah pintar anak saleh

Produksi keripik biji durian di Kampung Bharu memiliki potensi yang cukup menjanjikan, meski saat ini masih berskala home industri. Karena itu, PMI ingin menangkap peluang tersebut, dengan harapan bisa menjadikannya sebagai sumber pendapatan baru dan berdampak pada meningkatnya ekonomi keluarga, selain dari gaji yang diterima PMI dari perusahaan yang mempekerjakan mereka saat ini.

"Besar harapan mereka, ini bisa menjadi sumber pendapatan baru yang menambah penghasilan, makanya kami memberikan informasi, tawaran solusi dan inovasi yang memberikan dampak ekonomi kepada mereka," terangnya.

Anggota Tim PKM Internasional Ummat, Ilham Zitri mengatakan bahwa selama pelatihan, para peserta diberikan pengenalan dan penjelasan bagaimana cara memasarkan produk olahan biji durian tersebut melalui marketplace.

"Ini yang sedang ngetren sekarang," ujarnya.

Peserta pelatihan juga diajarkan cara mendaftarkan akun di marketplace tersebut, dengan langkah sebagai berikut; memilih menu register, pilih metode register, masukkan data diri, verifikasi akun, lengkapi profil dan terakhir mulai berjualan.

"Selain mereka membuat akun, kami juga meminta mereka untuk menyiapkan produk berkualitas, tulis deskripsi dan foto produk yang baik dan menarik, dan buat tampilan toko yang menarik dan profesional, ini bisa menarik konsumen," jelasnya.

Senada itu, anggota Tim PKM Internasional UMMAT, Inka Nusamuda Pratama juga menegaskan dengan pemasaran secara digital, PMI dapat menekan biaya yang dikeluarkan. Di samping itu, jangkauan konsumen akan lebih luas sehingga ini harapkan dapat meningkatkan jumlah konsumen yang melihat produk tersebut dan memutuskan untuk membelinya.

Sementara itu, Lalu Agus Afandi, anggota Tim PKM Internasional UMMAT menambahkan digitalisasi dalam hal pemasaran, bisa mengajarkan penjual beradaptasi dengan perubahan konsumen dan industri.

Diketahui kegiatan ini dilaksanakan atas pembiayaan dari pendanaan dan pelaksanaan hibah riset nasional Muhammadiyah Batch VIII Tahun 2024.

Baca juga: Pelatihan gratis bagi TKI di Malaysia angkatan 13 dibuka

Baca juga: KDEI Taipei gelar pelatihan bagi TKI

Pewarta: Nur Imansyah
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |