Unilever Indonesia: Data jadi strategi hadapi perubahan pasar

1 week ago 5
Data yang paling penting, paling relevan, di sini adalah data perilaku konsumen

Jakarta (ANTARA) - Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk Padwestiana Kristanti (Esti) mengatakan bahwa pemanfaatan data yang efektif dapat menjadi strategi utama dalam menghadapi perubahan tren dan kebutuhan konsumen untuk menjaga daya saing di pasar.

"Unilever Indonesia melihat pemanfaatan data yang efektif dapat menjadi strategi utama dalam menghadapi perubahan tren dan kebutuhan konsumen," kata Esti dalam diskusi sesi one on one Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025 salam diskusi bertajuk Data-Driven Innovations in Fast Moving Markets sebagaimana keterangan di Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan, dalam industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) yang kompetitif, relevansi di pasar menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk terus bertahan dan berkembang.

“Data yang paling penting, paling relevan, di sini adalah data perilaku konsumen, apa yang jadi kebutuhan konsumen, dan juga tren apa yang sedang ada di dalam market,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya menerapkan sejumlah metode untuk dapat membaca tren dan perilaku pasar.

Melalui external survey misalnya, lanjutnya, dengan mengumpulkan data-data dari market research. Kemudian data yang sekarang paling penting adalah social listening di mana perusahaan mendengarkan konsumen.

“Kemudian bisa juga dari FGD (focus group discussion), market visit, kemudian dengan talk to the community, itu bagaimana kita bisa mendapatkan data,” jelasnya.

Namun, ia menegaskan, data tanpa interpretasi yang tepat tidak akan memberikan nilai tambah. Data yang dihimpun perlu ditafsirkan untuk kemudian dijadikan acuan bagi perusahaan untuk mengambil langkah bisnis.

Terkait hal ini, Esti membeberkan salah satu keberhasilan pihaknya yakni kala meluncurkan salah satu produk kecantikan.

Lebih lanjut, Esti menuturkan bahwa saat itu pihaknya menyimak perilaku konsumen yang tengah gandrung dengan produk berbasis serum. Peluncuran produk yang sesuai dengan tren dan kebutuhan konsumen akan membantu sebuah perusahaan untuk tetap relevan di pasar.

"Contoh lainnya adalah bagaimana Unilever Indonesia meluncurkan produk-produk atau varian lebih terjangkau dari produk-produk premiumnya untuk memungkinkan produk Unilever dapat diakses oleh masyarakat kelas menengah dan bawah," katanya.

Dia mengatakan bahwa hal itu dilakukan setelah mengamati tren penurunan pembelian di segmen masyarakat kelas menengah.

"Itu juga yang menjadi salah satu acuan kita dalam bagaimana kita meluncurkan produk kita karena kita juga harus relevan in the market, produk kita bisa dibeli oleh masyarakat dari semua segmen," kata dia.

Oleh karena itu, salah satu strategi yang dilakukan pihaknya adalah memastikan bahwa produk perusahaannya ada di semua segmen konsumen.

Sebagai perusahaan besar dengan 8 pabrik, lebih dari 40 merek, dan melayani 600 distributor, Unilever menghadapi tantangan besar dalam mengelola data agar tetap akurat, efisien, dan bermanfaat.

Namun, ia mengaku bahwa tantangan yang dihadapi adalah bagaimana mengelola data tersebut dengan seminimal mungkin human error dan bisa memberikan insight yang berkualitas.

Menurutnya, dalam menggunakan data yang paling penting adalah bagaimana menerjemahkan data yang dimiliki menjadi insight yang berguna.

"Kuncinya ada tiga hal, yaitu bagaimana kita bisa menstandardisasi, bagaimana kita bisa kemudian konsisten, dan juga simplifikasi,” tutur Esti.

Ketiga kunci tersebut penting diperhatikan guna memastikan data yang dihimpun terstandardisasi secara berkualitas dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan dalam penyajiannya.

Baca juga: BPS dan tiga kementerian rumuskan data tunggal insentif guru

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Kampus berperan penting dalam kebijakan berbasis data

Baca juga: BPS: DTSEN acuan program pensasaran nasional, bansos & pemberdayaan

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |