Bandarlampung (ANTARA) - Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menyatakan populasi Kukang Sumatera (Nycticebus Coucang) sebagai satwa dilindungi masih terjaga di area dalam taman nasional serta di Lampung Timur.
"Kalau mengenai kukang memang kondisinya masih normal dan belum terlalu rawan ataupun mengkhawatirkan kondisinya, sebab masih banyak ditemukan di sini," ujar Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) MHD. Zaidi di Lampung Timur, Senin.
Ia mengatakan populasi kukang di Lampung Timur tepatnya di luar TNWK ataupun di dalamnya, jumlahnya masih cukup banyak, meski begitu masyarakat juga harus tetap menjaga populasi kukang agar tetap terjaga dan tidak masuk sebagai kategori satwa yang terancam punah.
"Untuk kukang, yang penting kita tidak mengganggu kawasan mereka. Kalau untuk kawasan khusus memang belum ada dan mereka belum terlalu terancam, sebab pemburu tidak ada yang mengincar mereka, karena lebih tertarik mencari burung dan rusa," katanya.
Baca juga: BKSDA Sumbar terima kukang, satwa dilindungi dari warga Agam
Dia menjelaskan TNWK pun akan terus berupaya menjaga agar Kukang Sumatera tetap lestari. Sebab pada 2018 taman nasional pernah membantu pelestarian ratusan kukang yang dititipkan PLN, karena tersengat listrik hingga ada yang cacat.
"Tidak ada masalah untuk populasi kukang di Lampung Timur, semua masih terjaga, dan perburuan kukang belum ditemukan. Malah di sini kami sering mendapat titipan dari PLN untuk merawat kukang, sehingga saat ini untuk menjaga agar kukang tidak tersengat listrik semua kabel listrik dibungkus dan tidak ada lagi yang terbuka. Ini upaya PLN untuk ikut serta dalam pelestarian kukang," ucap dia.
Menurut dia, di TNWK bahkan ada salah satu desa penyangga yang mengedukasi mengenai kukang yaitu di Desa Labuhan Ratu VII.
"Di Desa Labuhan Ratu VII bahkan membuat branding desa sebagai desa edukasi tentang Kukang Sumatera, jadi ada paket wisata untuk melihat kukang saat malam hari hingga mempelajari prilaku hidup kukang tersebut," tambahnya.
Baca juga: BKSDA Sumbar lepas liarkan dua kukang di Cagar Alam Maninjau
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim sempat menyuarakan mengenai pelestarian Kukang Sumatera yang ada di Provinsi Lampung, khususnya di daerah habitatnya yakni di Kabupaten Lampung Timur, Lampung Barat, dan Tanggamus.
Pelestarian Kukang Sumatera itu dilakukan sebab banyaknya potensi satwa dilindungi itu mati ataupun cacat akibat tersengat listrik ataupun makin menyempitnya habitat.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 satwa kukang ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi.
Baca juga: DPR RI minta pelestarian kukang Lampung jadi atensi
Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025