Tajuk: Pertukaran dan pembelajaran timbal balik antarperadaban (2)

1 week ago 7

Beijing (ANTARA) - WAWASAN CHINA

Menanggapi berbagai tantangan tersebut, China telah mengusulkan beberapa inisiatif global yang bertujuan untuk mendorong kemakmuran yang berkelanjutan dan pembangunan yang damai, menurut laporan itu.

Inisiatif Pembangunan Global (Global Development Initiative), Inisiatif Keamanan Global (Global Security Initiative), dan Inisiatif Peradaban Global (Global Civilization Initiative) memberikan kerangka kerja bagi negara-negara di dunia untuk bekerja sama guna mengatasi isu yang mendesak tersebut.

Dengan berfokus pada pembangunan, keamanan, dan dialog peradaban, China telah memosisikan dirinya sebagai pemain utama dalam mendorong kemajuan global. Model pembangunannya, yang telah mengangkat ratusan juta orang keluar dari kemiskinan, menawarkan wawasan yang berharga bagi dunia.

China telah memainkan peran penting dalam perekonomian global, menyumbang sekitar 30 persen dari pertumbuhan ekonomi global selama bertahun-tahun. Selain itu, China telah membagikan keahlian pembangunannya melalui lebih dari 6.000 proyek yang mendukung kehidupan di negara-negara berkembang lain.

Proyek-proyek tersebut sebagian besar berfokus pada pengentasan kemiskinan, teknologi pertanian, dan mitigasi perubahan iklim.

Upaya-upaya itu menunjukkan komitmen China terhadap kemakmuran global dan menawarkan cetak biru mengenai cara negara-negara berkembang dapat mencapai pertumbuhan ekonomi mereka sendiri.

Dalam hal keamanan global, China telah mengusulkan visi keamanan bersama, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan. China secara aktif berpartisipasi dalam misi-misi pemeliharaan perdamaian PBB dan berupaya menyelesaikan konflik melalui perundingan, mulai dari krisis Ukraina yang sedang berlangsung hingga ketegangan di Timur Tengah. Promosi dialog yang dilakukan oleh China, alih-alih konfrontasi, serta upaya negara itu dalam memfasilitasi perundingan damai menyoroti perannya sebagai negara besar yang bertanggung jawab.

Selain itu, China telah mendirikan platform-platform dialog lintas budaya, memungkinkan berbagai peradaban untuk menumbuhkan rasa saling pengertian dan kerja sama.

Pada Juni 2024, Majelis Umum PBB meloloskan resolusi untuk menetapkan 10 Juni sebagai Hari Dialog Antarperadaban Internasional, yang semakin menguatkan pentingnya komunikasi lintas budaya dalam tata kelola global.

"Pertukaran dan pembelajaran timbal balik antarperadaban yang berbeda merupakan inti kisah umat manusia," ujar Duta Besar Yordania untuk China Hussam Al Husseini. "Tidak ada satu peradaban pun yang bisa hidup sendirian."

Laporan itu juga menekankan perlunya kerja sama global dalam mengatasi berbagai tantangan yang ditimbulkan oleh perbedaan budaya dan ideologi. Dengan membangun hubungan internasional yang lebih kuat dan mendorong pertukaran gagasan, umat manusia dapat bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih harmonis dan makmur.

Rasa saling menghormati dan memahami yang muncul dari pertukaran tersebut dapat berfungsi sebagai landasan bagi tatanan global baru. Tatanan tersebut didasarkan pada perdamaian, pembangunan, kesetaraan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan lainnya.

Laporan itu menyajikan argumen yang kuat terkait pentingnya pertukaran peradaban dan pembelajaran timbal balik di dunia saat ini. Saat berbagai negara dan budaya menghadapi tantangan-tantangan mereka sendiri, mereka harus bekerja sama untuk membangun masa depan di mana peradaban yang beragam dapat hidup berdampingan dan berkembang.

Pendekatan yang kooperatif itu akan memastikan bahwa cahaya peradaban manusia terus memancarkan sinar terang, memandu generasi masa depan menuju dunia yang lebih damai dan makmur.

Pewarta: Xinhua
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |