Tajuk: Pertukaran dan pembelajaran timbal balik antarperadaban (1)

1 week ago 7

Beijing (ANTARA) - Kantor Berita Xinhua pada Selasa (18/2) merilis sebuah laporan wadah pemikir (think tank) di Tokyo, yang menyerukan peningkatan pertukaran peradaban dan pembelajaran timbal balik guna mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dalam perkembangan peradaban manusia.

Laporan yang berjudul "Mendorong Pembangunan dan Kemajuan Peradaban Manusia melalui Pertukaran dan Pembelajaran Timbal Balik" (Promoting the Development and Progress of Human Civilization through Exchange and Mutual Learning) tersebut menekankan pentingnya membina koeksistensi dan mendorong kemakmuran bersama peradaban global.

China menyokong visi peradaban yang bercirikan kesetaraan, pembelajaran timbal balik, dialog, dan inklusivitas, serta menekankan untuk mengutamakan pertukaran alih-alih keterasingan, pembelajaran timbal balik alih-alih bentrokan, dan inklusivitas alih-alih superioritas budaya, menurut laporan tersebut.

Festival Musim Semi tahun ini merupakan yang pertama sejak pencantumannya dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Dalam beberapa tahun terakhir, Festival Musim Semi semakin mendapatkan pengakuan dan popularitas global.

Perayaan tradisi China yang tersebar luas ini menjadi cerminan dari apresiasi global yang terus meningkat terhadap warisan budaya China, sekaligus pengingat yang kuat tentang semakin meningkatnya signifikansi pertukaran budaya dan pembelajaran timbal balik di dunia yang kerap dihancurkan oleh perpecahan.

"Kita perlu mendorong peradaban yang berbeda untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis sambil mempromosikan pertukaran dan pembelajaran timbal balik sebagai jembatan persahabatan di antara masyarakat, kekuatan pendorong di balik masyarakat manusia, dan ikatan yang kuat untuk perdamaian dunia," kata Presiden China Xi Jinping dalam pidato bersejarahnya pada 2014 di markas besar UNESCO di Paris.

Seruannya untuk saling menghormati di antara peradaban bahkan lebih relevan saat ini, terutama di saat dunia menghadapi pergeseran geopolitik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Sepanjang sejarah, kemajuan manusia sering kali dibentuk oleh pertukaran dan pembelajaran timbal balik antara peradaban yang berbeda. Laporan itu menunjukkan bahwa sepanjang sejarah, kemajuan peradaban melalui pertukaran dan pembelajaran timbal balik bukanlah sebuah kebetulan belaka, melainkan sebuah aturan umum yang ditentukan oleh evolusi dan sifat alami peradaban.

Laporan tersebut juga menggarisbawahi bahwa umat manusia menghadapi berbagai masalah global baru yang saling berkaitan dan berubah serta kontradiksi yang kompleks. Hal itu termasuk stagnasi ekonomi, instabilitas politik yang meningkat, dan konflik budaya yang kerap terjadi, yang menjerumuskan peradaban manusia ke dalam dilema yang nyata.

Seiring meningkatnya tantangan, dunia berada di persimpangan yang sangat penting. Laporan ini menegaskan bahwa hal itu bukan saatnya untuk menjadi pesimis melainkan untuk bertindak, karena peradaban acapkali mengatasi krisis melalui dialog dan kerja sama.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |