Hampir 100 ribu perjalanan pelanggan tercatat selama Januari–April 2026 dengan dukungan layanan kereta api menuju berbagai kota di Pulau Jawa
Kabupaten Indramayu (ANTARA) - Di jalur utara Pulau Jawa yang sejak lama menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat, Stasiun Haurgeulis terus melayani perjalanan pelanggan menuju berbagai kota besar di Pulau Jawa. Stasiun yang berada di Kabupaten Indramayu ini menjadi salah satu titik penting mobilitas masyarakat di wilayah Pantura Jawa Barat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume pelanggan naik di Stasiun Haurgeulis selama Januari–April 2026 mencapai 49.486 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 45.836 pelanggan. Sementara volume pelanggan turun tercatat 49.133 pelanggan, meningkat dibanding Januari–April 2025 sebanyak 43.943 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat dari wilayah Haurgeulis dan sekitarnya untuk berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, keluarga, maupun wisata.
“Stasiun Haurgeulis melayani mobilitas masyarakat menuju berbagai kota tujuan di Pulau Jawa. Pertumbuhan pelanggan ini memperlihatkan kereta api tetap menjadi pilihan perjalanan yang efisien, nyaman, dan memiliki waktu tempuh yang lebih pasti,” ujar Anne.
Peningkatan mobilitas tersebut juga sejalan dengan perkembangan sosial ekonomi di Kabupaten Indramayu. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu mencatat jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tahun 2025 mencapai sekitar 1,94 juta jiwa. Sementara laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Indramayu tahun 2025 berada di kisaran 5 persen yang didorong sektor perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan transportasi.
Selain itu, BPS Kabupaten Indramayu juga mencatat produksi padi Kabupaten Indramayu pada tahun 2025 tetap menjadi salah satu yang terbesar di Jawa Barat dengan luas panen ratusan ribu hektare setiap tahunnya. Aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak turut mendorong kebutuhan perjalanan antarkota menggunakan kereta api.
Stasiun Haurgeulis sendiri memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari jalur utama Pantura yang berkembang sejak era Staatsspoorwegen. Jalur ini dahulu menjadi penghubung distribusi hasil bumi dan perdagangan dari wilayah pesisir utara Jawa menuju kota-kota besar.
Saat ini, Stasiun Haurgeulis melayani berbagai perjalanan kereta api menuju lintas utara maupun tengah Pulau Jawa. Untuk jalur Pantura, pelanggan dapat menggunakan KA Argo Cheribon relasi Cirebon–Gambir, KA Ciremai relasi Semarang Tawang–Bandung, KA Dharmawangsa relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen, KA Kertajaya relasi Surabaya Pasarturi–Pasar Senen, KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen, KA Tawang Jaya relasi Semarang Poncol–Pasar Senen, hingga KA Tegal Bahari dan KA Tegal Ekspres relasi Tegal–Pasar Senen.
Sementara untuk perjalanan menuju jalur tengah dan selatan Jawa, pelanggan juga dilayani KA Fajar Utama YK relasi Yogyakarta–Pasar Senen, KA Fajar Utama Solo relasi Solo Balapan–Pasar Senen, KA Bogowonto relasi Lempuyangan–Pasar Senen, KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen, KA Brantas relasi Blitar–Pasar Senen, KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen, KA Mataram relasi Solo Balapan–Pasar Senen, KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen, KA Jaka Tingkir relasi Solo Purwosari–Pasar Senen, serta KA Kutojaya Utara relasi Kutoarjo–Pasar Senen.
Ragam layanan tersebut membuat Stasiun Haurgeulis menjadi titik perjalanan penting bagi masyarakat yang ingin menuju Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Malang. Pada akhir pekan dan musim liburan, perjalanan dari stasiun ini juga ramai dimanfaatkan pelanggan untuk wisata maupun perjalanan keluarga.
“Keberadaan layanan kereta api yang beragam di Stasiun Haurgeulis memberi kemudahan mobilitas bagi masyarakat di wilayah Indramayu dan sekitarnya. KAI terus menjaga kualitas layanan agar perjalanan pelanggan berlangsung aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Anne.
Pewarta: PR Wire
Editor: PR Wire
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































