Sejarawan: Pemerintah harus pastikan keberlanjutan museum negeri Sulut

1 week ago 10

Jakarta (ANTARA) - Sejarawan Allan Akbar mengusulkan agar pemerintah dapat melakukan tindakan tegas untuk memastikan keberlanjutan Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara.

“Pemerintah perlu bertindak tegas dengan pendekatan holistik, menggabungkan kebijakan, pendanaan dan partisipasi publik untuk memastikan museum tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Allan saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Hal tersebut ia lontarkan menjawab soal kabar museum yang berada di Jalan W.R. Supratman, Wenang, Manado akan dijual.

Baca juga: Menbud Fadli Zon: Museum Lambung Mangkurat jadi pusat budaya Kalsel

Pria yang juga anggota komunitas Klub Tempo Doeloe ini menambahkan, museum yang telah berdiri sejak 1974 itu merupakan aset tak ternilai yang menjadi cerminan perjalanan sejarah dan kebudayaan Indonesia, sehingga sudah sepatutnya warisan leluhur itu dirawat dan dipertahankan.

Dirinya juga mengusulkan agar museum dan koleksi yang ada di dalamnya ditetapkan sebagai cagar budaya yang dilindungi undang-undang untuk mencegah penjualan atau alih fungsi.

Baca juga: Menyibak dua sisi wajah Museum Wayang

Dukungan masyarakat, lanjut dia, dapat dihadirkan dengan menggalang dukungan melalui media sosial, petisi atau acara publik agar museum dapat bertahan dan tidak dijual sebagaimana kabar yang beredar.

Hal lain yakni, ia berharap pemerintah pusat maupun daerah agar dapat turun tangan membentuk komunitas relawan untuk membantu kegiatan museum, menghadirkan pemandu wisata dan restorasi koleksi sehingga museum dapat terus beroperasi dan koleksi di dalamnya dapat terawat.

Baca juga: Fadli Zon resmikan ruang pamer Museum Muhammadiyah Yogyakarta

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |