Sandy Aziz sebut pemain muda harus lebih bekerja keras dan disiplin

1 month ago 16

Jakarta (ANTARA) - Pebasket Satria Muda Pertamina Jakarta Muhammad Sandy Ibrahim Aziz menyebut bahwa para pemain muda harus lebih bekerja keras dan disiplin, bila ingin sukses sebagai atlet bola basket profesional pada masa mendatang.

Menurut dia, selain kedua hal tersebut, banyak kunci lain yang harus dimiliki agar sukses berkarier di dunia olahraga tersebut, sehingga para pemain muda tidak boleh cepat berpuas diri.

"Tapi tentu juga harus dibarengi dengan latihan keras, etos kerja, menjaga attitude (sikap), serta harus percaya dan menikmati setiap proses, baik di lapangan maupun di luar arena," kata Sandy saat memotivasi para peserta SM Academy sebagaimana dilansir laman resmi klub, Minggu.

Ia mengatakan, kesempatan untuk bergabung dengan SM Academy harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bagi para pemain muda yang memang berminat untuk berkarier di dunia bola basket profesional.

"Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi adik-adik yang memiliki ketertarikan dengan olahraga basket di bawah naungan para pelatih yang sarat pengalaman," ujar guard andalan klub yang pernah membawa timnas Indonesia meraih medali perak di SEA Games Filipina 2019 itu.

Baca juga: Satria Muda buka akademi bola basket untuk anak usia dini dan remaja

Baca juga: Pelatih Satria Muda puas pada persentase lemparan bebas timnya

Sandy juga mengapresiasi langkah manajemen untuk memperluas lokasi SM Academy hingga ke Jakarta Selatan, sehingga bisa mudah menemukan bakat-bakat atau potensi pemain profesional pada masa mendatang.

"Dengan begitu tentu saja individu-individu yang muncul lebih banyak dan beragam bakat dari para generasi muda, serta menjadi sumbangan yang sangat penting bukan hanya bagi klub tetapi juga bagi masa depan timnas bola basket Indonesia," tambah dia.

Satria Muda Pertamina Jakarta (SMP) membuka akademi bola basket untuk anak usia dini hingga remaja guna mengembangkan bakat atau potensi, melalui program SM Academy, di Pertamina Arena Simprug, Jakarta Selatan.

Akademi itu bisa diikuti anak-anak usia 7 hingga 13 tahun, mulai 10 Februari mendatang.

Program itu merupakan kerja sama antara klub dengan Pertamina selaku sponsor utama tim.

Baca juga: Favarel sebut kalah pada detik terakhir dari Prawira menyakitkan

Baca juga: Coach Cacing: matikan pergerakan Branch jadi kunci kemenangan Hangtuah

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |